nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Subsidi Mengalir ke Masyarakat Rp92,2 Triliun, Terbesar untuk BBM

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 26 Agustus 2019 15:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 26 320 2096745 subsidi-mengalir-ke-masyarakat-rp92-2-triliun-terbesar-untuk-bbm-i7kmKuDVUh.jpeg Uang Rupiah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja subsidi sampai dengan akhir Juli 2019 sebesar Rp92,20 triliun. Angka tersebut mencapai 41,10% dari pagu yang ditetapkan dalam APBN 2019.

Baca Juga: Subsidi Energi Dipangkas, Harga BBM dan Elpiji 3 Kg Naik Tahun Depan?

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menyatakan bahwa, realisasi belanja subsidi tersebut meliputi subsidi energi Rp68,11 triliun dan subsidi non-energi Rp24,09 triliun.

SPBU

"Jadi, realisasi belanja subsidi sampai dengan akhir Juli 2019 lebih tinggi Rp0,94 triliun atau 1,03% dibandingkan realisasi belanja subsidi pada periode yang sama tahun 2018," ujar dia di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Baca Juga: Jokowi Pangkas Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp137,5 Triliun

Menurut dia, pemerintah juga menggelontorkan Rp75,08 triliun untuk bantuan sosial hingga Juli 2019. Angka tersebut 73,6% dari pagu atau meningkat sebesar 33,5% dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Meningkatnya realisasi belanja bantuan sosial itu, menunjukkan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat miskin untuk dapat memenuhi kebutuhan pokoknya," tutur dia.

Dia menambahkan, bantuan sosial antara lain melalui pencairan Program Keluarga Harapan (PKH), penyaluran bantuan premi bagi PBI JKN tahun 2019, realisasi bantuan pangan, dan realisasi Bansos lainnya seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan Bidikmisi.

"Program bantuan sosial yang telah dilaksanakan pemerintah secara tepat waktu memberi andil dalam penurunan kemiskinan dan ketimpangan. Sebagai informasi, persentase penduduk miskin turun menjadi 9,41% pada Maret 2019, menurun 0,25 poin dibandingkan periode September 2018," jelas dia.

Sementara itu, lanjut dia tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk yang diukur dengan rasio ketimpangan (GINI) turun menjadi 0,382. "Atau menurun 0,002 poin dibandingkan periode September 2018," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini