nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Paripurna, Banyak Bangku Kosong saat Sri Mulyani Tanggapi DPR soal RAPBN 2020

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 27 Agustus 2019 11:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 27 20 2097127 paripurna-banyak-bangku-kosong-saat-sri-mulyani-tanggapi-dpr-soal-rapbn-2020-l0pjBjfl6g.jpg Sri Mulyani Rapat Bahas RAPBN 2020 (Foto: Okezone/Taufik)

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar Rapat Paripurna pada hari ini. Dalam rapat Paripurna ini mengundang perwakilan dari pemerintah seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). Adapun agenda rapat sendiri untuk meminta tanggapan pemerintah terhadap pandangan umum dari masing-masing fraksi terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) RAPBN 2020 dan nota keuangan.

 Baca Juga: DPR Berikan Pandangan soal RAPBN 2020 ke Sri Mulyani

Berdasarkan catatan sekretariat, Rapat Paripurna hari ini telah dihadiri dan ditandatangani oleh 282 anggota dari seluruh fraksi. Namun, dari pantauan Okezone, jumlah anggota yang hadir tidak sebanyak di dalam daftar. Bangku kosong pun mewarnai Rapat Paripurna bahas RAPBN 2020.

"Dengan demikian forum tercapai, dengan menyebut bismillah kami menyatakan Rapat Paripurna terbuka untuk umum," ujar Bamsoet membuka rapat di Ruang Paripurna, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Sebagai informasi, sebelumnya pada 22 Kamis telah dilakukan Rapat Paripurna untuk mendengar pandangan umum dari masing-masing fraksi terkai Rancangan Undang-Undang (RUU) RAPBN 2020 dan nota keuangan

 Baca Juga: 8 Fraksi Setujui RUU RAPBN 2020 Dilanjutkan ke Bamus

Pemerintah menagetkan defisit anggaran di 2020 sebesar Rp307,2 triliun atau 1,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka itu turun dibanding APBN 2019 yang defisitnya mencapai Rp310,8 triliun.

Adapun rinciannya adalah pemerintah menetapkan penerimaan negara di 2020 adalah sebesar Rp2.221,5 triliun. Angka itu terdiri dari penerimaan perpajakan Rp1.861,8 triliun, penerimaan negara bukan pajak Rp359,3 triliun dan penerimaan hibah Rp500 miliar.

 Rapat Paripurna

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini