Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Setujukah Gojek Hanya untuk Negara Miskin?

Rizqa Leony Putri , Jurnalis-Rabu, 28 Agustus 2019 |06:11 WIB
Setujukah Gojek Hanya untuk Negara Miskin?
Bos Gojek Indonesia Nadiem Makarim. (Foto: Okezone.com/Heru)
A
A
A

JAKARTA - Salah satu bos sekaligus pendiri Big Blue Taxi Services Shamsubahrin Ismail tidak setuju dengan keputusan Pemerintah Malaysia yang memberi restu Gojek mengaspal di Negeri Jiran. Pernyataan Bos Big Blue Taxi ini pun menyita perhatian publik.

Video berdurasi 59 detik yang berisi penolakan itu mendadak viral. Dalam, video tersebut Shamsubahrin Ismail mengatakan, Malaysia sangat berbeda dari Indonesia dalam banyak hal untuk menerima Gojek.

Menurutnya, menerima Gojek akan menjadi langkah mundur bagi dunia transportasi Malaysia. Shamsubahrin bahkan menuding layanan Gojek hanya untuk negara miskin.

Selain menyoroti Gojek, Shamsubahrin Ismail juga mengucapkan kalimat bahwa negara Indonesia sebagai negara miskin. Tidak hanya Indonesia, negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand dan Kamboja pun ikut disebut.

“Gojek bisa dilakukan di Indonesia karena tingkat kemiskinannya sangat tinggi, tidak seperti di Malaysia," ujarnya mengutip FreeMalaysiaToday, Malaysia, Selasa (27/8/2019).

Menurut Shamsubahrin, ada banyak pekerjaan permanen lainnya yang bisa ditawarkan kepada kaum muda dengan tidak mendorong anak muda menyediakan layanan sepeda motor sebagagai pilihan mereka untuk mendapatkan penghasilan.

Baca Selengkapnya: Bos Taksi Malaysia Tuding Kesuksesan Gojek karena Indonesia Miskin

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement