Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Boeing Dituntut soal 35 Unit Pesawat 737 Max oleh Rusia

Rizqa Leony Putri , Jurnalis-Kamis, 29 Agustus 2019 |06:08 WIB
Boeing Dituntut soal 35 Unit Pesawat 737 Max oleh Rusia
Boeing (Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Perusahaan pembuat pesawat Amerika, Boeing, akhirnya dituntut atas tuduhan menyembunyikan masalah yang ada di dalam pesawat yang telah dilarang terbang setelah dua kecelakaan fatal.

Gugatan hukum itu diajukan oleh Avia Capital Services yang merupakan sebuah perusahaan penyewaan pesawat di Rusia. Gugatan hukum semacam ini merupakan yang pertama kali diajukan terhadap Boeing dan ditujukan untuk membatalkan pesanan 35 unit pesawat jenis 737 MAX.

Tepat pada hari Senin 26 Agustus 2019, gugatan hukum diajukan di pengadilan negara bagian Illinois tepat di mana Boeing berada. Dalam gugatan tersebut, Boeing diklaim telah melakukan penipuan dan pelanggaran kontrak, serta melakukan kelalaian ketika merancang dan membangun pesawat itu, dan ketika meyakinkan Administrasi Penerbangan Federal FAA untuk menyetujuinya.

Juru bicara Boeing menolak mengomentari gugatan itu, dengan alasan masih ada isu litigasi yang tertunda.

Hampir 400 pesawat jenis Max yang diterbangkan maskapai-maskapai penerbangan di seluruh dunia telah dilarang terbang sejak Maret lalu, pasca dua kecelakaan di Ethiopia dan Indonesia dalam kurun waktu kurang dari lima bulan, yang secara keseluruhan menewaskan 346 orang.

Baca Selengkapnya: Merasa Ditipu, Perusahaan Rusia Tuntut Boeing soal 737 Max

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement