Gojek Dilarang Mengaspal di Malaysia, Kemenhub: Pemerintahnya Bilang Boleh

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 28 Agustus 2019 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 28 320 2097799 gojek-dilarang-mengaspal-di-malaysia-kemenhub-pemerintahnya-bilang-boleh-e6KEk9JrkO.jpg Gojek (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan buka suara terkait dilarangnya Gojek untuk masuk ke Malaysia. Apalagi pelarangan ini berimbas kepada aksi demo yang akan dilakukan driver Gojek di depan kedutaan besar Malaysia untuk Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Darat) Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, aksi pelarangan Gojek di Malaysia hanya keluar dan opini satu individu saja. Sementara pemerintah Malaysia melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)nya mengizinkan Gojek untuk mengaspal di Malaysia.

 Baca juga: Minta Maaf usai Sebut Miskin, Bos Taksi Malaysia: Indonesia di Hati Saya

“Itu kan pendapat individu saja. Kalau pemerintah Malaysia kemaren kan Menporanya bilang boleh,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Menurut Budi, pendapat tersebut terlontar karena murni individu tersebt takut bersaing. Apalagi Gojek memiliki pasar yang cukup tinggi dan kehadirannya pun cukup ditunggu.

 Baca juga: Reaksi Gojek Disebut Bos Taksi Malaysia Hanya untuk Negara Miskin

“Ya saya kira ini adalah bisnis. Mungkin ini adalah yg disampaikan pengusaha taksi malaysia mungkin pada saat awal kendaraan ojek aplikasi mau masuk ke indonesia agak kaget. Pasti latar belakangnya karena takut persaingan,” jelasnya.

Menurut Budi, pengusaha taksi asal Malaysia tersebjt khawatir bisnisnya akan tergerus jika Gojek masuk ke Indonesia. Dan kebetulan perusahaan yang akan masuk adalah asal Indonesia alias asing.

“Sepeda motor kan sangat masif masuk ke daerah-daerah. Itu kan menggerus bisnis taksi di sana, itu saya kira kekhawatiran mereka,” ucapnya.

 Baca juga: Viral Bos Taksi Sebut Gojek untuk Negara Miskin, Netizen: Jangan Hina Indonesia!

Sebagai informasi sebelumnya, dalam videonya yang viral, Pendiri Big Blue Taxi Services Datuk Shamsubahrin Ismail sempat menolak kehadiran Gojek di Malaysia. Dirinya menyebut bahwa Malaysia adalah negara yang kaya, para pemudanya tidak miskin seperti mereka yang berada di Indonesia.

Hal tersebut mengundang reaksi masyarakat Indonesia serta munculnya rencana aksi protes di depan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta oleh Presiden Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, Igun Wicaksono, bersama pengendara Gojek lainnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini