JAKARTA - Banyak orang yang bingung membedakan antara Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan startup. Namun, tidak perlu pusing-pusing untuk memikirkan perbedaannya. Sebab, keduanya sebenarnya saling berkaitan satu sama lain.
Baca Juga: Menko Luhut Sebut SoftBank Bakal Suntik Startup Aruna
Hal ini diperkuat pernyataan Director of Payment, Fintech, and Virtual Products Bukalapak, Victor Lesmana.
"Saya tidak memandang keduanya sebagai dua hal yang berbeda completely ya. Startup di Indonesia sendiri sebenarnya kebanyakan dimulai dari UMKM," jawab Victor saat ditanya Okezone.
Baca Juga: Startup Anak Jokowi Disuntik Rp71 Miliar, Ternyata Begini Pengakuan Gibran
"Mungkin yang agak suka rancu adalah kita membayangkan startup sebagai startup digital seperti Bukalapak misalnya," lanjutnya.

Selanjutnya, Victor juga menjelaskan bahwa UMKM di Indonesia ada yang merupakan pengusaha pengrajin kecil, dan warung atau usaha yang sudah bermitra. Bisnis mereka awalnya bersifat offline, seiring berjalannya waktu, UMKM tersebut bisa berubah menjadi online agar bisa memperluas market mereka.
Sedangkan startup, seperti yang dikatakan Victor sebelumnya, dimulai dari UMKM dan kemudian berkembang menjadi startup sehingga baik UMKM maupun startup tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Selain itu, untuk melahirkan perusahaan startup juga tidak harus menggunakan internet sebagaimana yang sering disalahartikan oleh masyarakat sebagai startup digital. Pasalnya, di era yang teknologinya sudah canggih ini, teknologi mampu memudahkan dan membuat segalanya menjadi cepat, termasuk perusahaan startup.
"Sekarang ini karena kita kebetulan berada di masa yang teknologinya ada semua, internet di mana-mana, makanya kebanyakan perusahaan startup adalah perusahanaan teknologi. Untuk memulai perusahaan teknologi biasanya lebih mudah dan cepat, hanya bermodal laptop dan koneksi internet, sudah bisa langsung meluncurkan produk ke market," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)