Maka itu, lanjut dia PLN harus bisa mengenakan tarif listrik kepada transportasi umum seharga biaya produksi di industri yang hanya Rp700 per kilo watt.
"Di mana produksi listrik di Jawa dan Bali saat ini kelebihan pasokan, terutama saat malam hari, karena aktifitas industri dan perkantoran yang mati tidak menyerap produksi listrik yang berlangsung selama 24 jam," pungkas dia.
Sebelumnya, saat ini TransJakarta sudah memiliki 3 bus listrik berbasis baterai dengan luas dimensi 2.550 milimeter atau lima senti lebih besar ketimbang bus konvensional. Satu bus hasil produksi PT Mobil Anak Bangsa dan dua bus hasil produksi BYD Auto asal China.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.