Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bos Transjakarta Keluhkan Mahalnya Biaya Cas Bus Listrik

Taufik Fajar , Jurnalis-Kamis, 29 Agustus 2019 |13:35 WIB
Bos Transjakarta Keluhkan Mahalnya Biaya Cas Bus Listrik
Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono. (Foto: Okezone.com/Taufik)
A
A
A

JAKARTA - PT Transjakarta berkomitmen akan memperbanyak penggunaan bus listrik sebagai alat operasional utama bagi masyarakat. Namun perusahaan moda transportasi ini mengeluhkan soal biaya cas listrik yang masih mahal.

Baca Juga: Kendaraan Listrik Ampuh Turunkan Impor Minyak?

"Biaya cas listrik yang terbilang masih mahal. Dan juga belum adanya aturan yang memberikan kewenangan untuk mengoperasikan bus listrik dalam trayek. Hal itu yang menghambat komitmen kami," ujar Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono, di Hotel Harris Vertu Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Menurut dia, besaran biaya tarif listrik saat ini yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2011, belum bisa mengkompensasi biaya pembelian bus listrik berbasis baterai yang terbilang lebih mahal ketimbang bus berbahan bakar fosil.

Transjakarta

"Sehingga tarif operasional dikatakannya akan mahal," tutur dia.

Dia menjelaskan, biaya tarif listrik saat ini memang hanya sebesar Rp1.445 per kilo watt per jam, lebih rendah ketimbang biaya bahan bakar solar yang sebesar Rp5.150 per liter dan gas yang sebesar Rp3.100 per liter.

Baca Juga: Pengembangan Mobil Listrik RI Jangan Ada Intervensi Asing

"Tapi harga pembelian bus listrik tiga kali lebih mahal ketimbang bus konvensional yang sekitar Rp2 miliar. Ini diperlukan untuk kompensasi biaya pembelian yang lebih mahal sehingga bisa lebih murah lagi. Jadi biaya operasional bisa lebih murah kalau tarif listriknya bisa diberi keringanan," ungkap dia.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement