nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

847.611 Rumah Sudah Terbangun hingga Agustus 2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 29 Agustus 2019 12:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 29 470 2098072 847-611-rumah-sudah-terbangun-hingga-agustus-2019-hDEYmdYURq.jpg Ilustrasi Rumah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan realisasi dari Program Satu Juta Rumah sudah mencapai 847.611 unit hingga 26 Agustus 2019.

Baca Juga: Skema Rumah Subsidi untuk PNS Belum Bisa Jalan Tahun Ini

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, pihaknya terus mengebut penyelesaian target Program Sejuta Rumah. Pada tahun ini, Kementerian PUPR menargetkan tak kurang dari 1,25 juta unit rumah dapat terbangun.

"Capaian realisasi sampai dengan 26 Agustus 2019 sebanyak 847.611 unit," ujarnya dalam sebuah diskusi di STC Senayan, Jakarta, Kamus (29/8/2019).

Ilustrasi Rumah Shutterstock

Menurut Khalawi, program satu juta rumah andalan Presiden Joko Widodo setiap tahunnya menunjukkan kinerja yang cukup baik. Pada akhir 2018 saja, pemerintah sudah membangun 3,54 juta unit rumah.

Baca Juga: 6 Proyek Rumah Subsidi dengan Skema KPBU Dibangun Tahun Depan, Cek Lokasinya!

Angka ini terdiri dari rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan non-MBR. Adapun presentasenya 70% merupakan rumah khusus MBR dan sisanya adalah non-MBR.

"Sejumlah langkah penguatan dan inovasi untuk program ini akan terus dilakukan," ucapnya.

Langkah-langkah inovasi yang akan dilakukan adalah seperti penyesuaian harga rumah subsidi, standarisasi bangunan , hingga penyediaan perumahan terjangkau di lokasi strategis. Inovasi ini nantinya akan diperkuat dengan revisi Peraturan Menteri nomor 403.

Menurut Khalawi, langkah inovasi tersebut dilakukan untuk dapat menyelesaikan angka kebutuhan rumah atau backlog yang masih tinggi. Ada sekitar 7,6 juta unit, angka kebutuhan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Poinnya sebetulnya sudah ada sepakat. Contoh saja kualitas. Semangatnya adalah merevisi itu adalah untuk meningkatkan kualitas,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini