Pengembang Ngeluh Harga Tanah di Katim Naik, Ini Kata PUPR

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 29 Agustus 2019 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 29 470 2098173 pengembang-ngeluh-harga-tanah-di-katim-naik-ini-kata-pupr-TbqUDQXIqP.jpg Rumah (Shutterstock)

JAKARTA - Para pengembang mengeluh harga tanah di Kalimantan Timur yang naik dalam satu bulan ini. Hal itu menyusul sudah diumumkannya Kalimantan untuk menjadi Ibu Kota baru oleh Presiden Joko Widodo.

Menanggapi hal tersebut Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, pemerintah tidak bisa mengontrol dan mengendalikan kenaikkan harga tanah di Kalimantan. Pasalnya, saat ini belum ada landbank yang dimiliki oleh pemerintah sebagai tanah-tanah yang nantinya akan dijadikan proyek.

 Baca juga: Butuh Rp466 Triliun, Begini Skema Pembiayaan Pemindahan Ibu Kota

“Kita enggak mungkin mengendalikan keluar (wilayah Ibu kota) karena kita belum punya land banking. Itu nanti undang-undangnya mengarah ke sana yang peting kita tunggu lah. Saya kira yang sekarang hoax-hoax kan banyak,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (29/8/2019).

lahan

Namun lanjut Khalawi, khusus di ibu kota baru nantinya akan memakai tanah pemerintah. Ada sekitar 150.000 hektare (ha) yang disiapkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

 Baca juga: Daya Serap Air Tinggi, Beton Ini Cocok untuk Jalan Ibu Kota Baru

“Kalo untuk area yang akan digunakan kurang lebih 150.000 ha itu sudah menteri ATR itu sudah sampaikan sudah terkendali,” ucapnya.

Khalawi melanjutkan, tengah menyiapkan konsep untuk penyediaan perumahan di Kalimantan Timur. Internal Kementerian tengah menyusun roadmap dari infrastuktur yang akan dibangun. Termasuk dari infrastruktur dasar seperti perumahan di ibu kota baru itu.

Tak hanya itu, Kementerian PUPR juga sedang melakukan penghitungan jumlah kebutuhan infrastruktur dasarnya. Juga menghitung jumlah rumah yang dibutuhkan bagi para Aparatur Sipil Nefara (ASN) yang akan pindah.

“Tim atau satgas dari PU sedang menyusun kebutuhan tentang infrastruktur dasar infrastruktur bangunan dan rumah jadi masih disusun saya tidak bisa menyampaikan nanti pak menteri yang akan menyampaikan detil,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini