nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Daya Beli Petani Naik kecuali untuk Sektor Perkebunan

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 02 September 2019 15:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 02 320 2099656 daya-beli-petani-naik-kecuali-untuk-sektor-perkebunan-s9k3L5Ek8y.jpg Petani (Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Agustus 2019 mengalami kenaikan. Hal ini membuktikan jika daya beli petani selama Agustus 2019 masih terjaga.

NTP pada Agustus 2019 berada di angka 103,22. Angka ini mengalami kenaikan 0,58%, dibandingkan Juli 2019 yang hanya sebesar 102,63.

 Baca juga: Daya Beli Petani Meningkat di Juli 2019

Dari 33 provinsi yang dilakukan pemantauan, sebanyak 20 provinsi mengalami kenaikan NTP, sedangkan 13 provinsi lainnya mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi pada Agustus 2019 terjadi di Provinsi Banten, yaitu sebesar 1,29%, sebaliknya penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Jambi yaitu sebesar 1,53%.

Petani

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, angka NTP ini merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

 Baca juga: Nilai Tukar Petani Naik 0,38% pada Mei 2019

Menurutnya, jika semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat daya beli petani. Begitu pun sebaliknya jika semakin rendah NTP maka daya beli juga melemah.

"Pada Agustus 2019 ini NTP adalah 103,22 kalau dibandingkan dengan bulan lalu berarti ada kenaikan sebesar 0,58%,” ujarnya di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Baca juga: Upah Harian Buruh Tani Naik 0,15%

Menurut Kecuk, kenaikan NTP pada bulan itu diukur dari Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,69% lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,11%.

Selain itu, Indeks harga hasil produksi pertanian juga lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian

“Bisa dilihat bahwa seluruh subsektor pertanian NTP nya mengalami peningkatan kecuali hanya untuk perkebunan," ucapnya.

Secara rinci, kenaikan NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 1,11%, Subsektor Hortikultura sebesar 0,30%, Subsektor Peternakan sebesar 0,97%, dan Subsektor Perikanan sebesar 0,60%. Sementara itu, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mengalami penurunan sebesar 0,43%.

"Holtikultura komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya cabai merah dan cabai rawit yang tadi saya sebutkan sebabkan inflasi, karena harga di tingkat konsumen menjadi naik. Untuk komoditas yang sebabkan penurunan pendapatan untuk petani perkebunan ini adalah harga karet yang turun, kopi dan kakao," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini