Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jepang Garap Proyek Kereta Jakarta-Surabaya, Menko Luhut: China Juga Mau Masuk

Jepang Garap Proyek Kereta Jakarta-Surabaya, Menko Luhut: China Juga Mau Masuk
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan China menyatakan keinginannya untuk ikut serta menggarap proyek kereta Jakarta-Surabaya yang akan digarap Jepang.

"China Railway ingin investasi di bidang kereta api Jakarta-Surabaya. Saya bilang, 'Siapa saja silakan saja masuk'," kata Luhut usai bertemu dengan Chairman China Railway Construction Corporation (CRCC) Limited Chen Fenjian di Kantor Kemenko Kemaritiman Jakarta.

Baca Juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah Habiskan Rp21 Triliun

Mantan Menko Polhukam itu mengatakan kepada CRCC bahwa proyek kereta Jakarta-Surabaya itu telah digarap oleh Jepang.

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan

Hanya saja, dia menambahkan, jika China bisa memberikan tawaran yang lebih baik dengan teknologi yang juga bagus, pemerintah bisa saja memberikan pertimbangan lain.

"Saya bilang, 'Jepang juga sudah masuk. Tapi kalau kalian (CRCC) punya 'offer' yang lebih bagus, teknologi bagus, ya kita lihat-lihat juga. Tapi Jepang sudah maju sih," katanya.

Baca Juga: Pembebasan Lahan Sisa 2%, Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Baru 27%

Luhut menyebut ketertarikan China pada proyek kereta Jakarta-Surabaya sudah sejak lama. Namun, Luhut enggan menyebut jika tawaran China itu akan menggeser Jepang untuk menggarap proyek transportasi massal tersebut.

"Sampai sekarang kita masih dengan Jepang, tapi Jepang juga biar tahu juga bahwa masih ada yang menawar (proyek tersebut). Jangan dia macam-macam," ungkapnya, dikutip dari Antaranews, Senin (2/8/2019).

Selain menyampaikan keinginan untuk menggarap proyek kereta Jakarta-Surabaya, Luhut menuturkan CRCC juga menawarkan sejumlah investasi seperti penyediaan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hingga pengembangan teknologi untuk transportasi publik di calon ibu kota baru.

"Dia ingin investasi rumah murah di Jonggol. Saya bilang, silakan saja. Kemudian dia juga nawar, 'Boleh enggak kami ikut investasi juga dalam pengembangan ibu kota?' Saya bilang enggak tahu kalau itu. Tapi mereka menawarkan teknologi untuk 'public transport' di sana," jelasnya.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement