nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rombak Direksi Bank BRI, Kementerian BUMN: untuk Penyegaran

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 02 September 2019 22:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 02 320 2099869 rombak-direksi-bank-bri-kementerian-bumn-untuk-penyegaran-1iDy8WWwPS.jpg Kementerian BUMN. (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan perombakan pada banyak direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRI dari 12 hanya tiga direksi yang tidak mengalami perubahan.

Ketiganya yakni, Handayani yang tetap menjabat sebagai Direktur Konsumer, Haru Koesmahargyo sebagai Direktur Keuangan, dan Indra Utoyo sebagai Direktur Digital, TI & Operasi.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo menyatakan, perombakan tersebut dilakukan untuk penyegaran di tubuh BRI. Dengan banyaknya perubahan posisi direksi, diharapkan bisa semakin mendorong kinerja bank plat merah itu.

Baca Juga: Sunarso Dinilai Layak Jadi Dirut BRI, Begini Jejak Kariernya

"Untuk penyegaran sambil untuk meningkatkan value daripada BRI," kata Gatot saat ditemui usai RUPSLB di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Dalam pemilihan Sunarso sebagai Direktur Utama BRI, menurut Gatot, karena dianggap sosok yang pas dan dianggap mampu memberikan inovasi bagi perusahaan. Adapun Sunarso sebelumnya menjabat Wakil Direktur Utama BRI.

"Banyak pertimbangannya, inovasi, dan kalau dari sisi pemahaman secara komprehensif, lengkap, baik diri sisi bisnis, corporate, maupun makro retail,” jelas dia.

Baca Juga: BRI Dipastikan Punya Dirut Baru 2 September

Begitu pula, soal pengangakatan Catur Budi Harto sebagai Wakil Dirut Utama BRI, yang menurut Gatot ideal sebab memiliki kinerja yang baik selama menjabat Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan Jaringan BNI. Catur juga bukan orang baru di BRI karena sebelumnya sempat bekerja di situ.

Menurutnya, perombakan yang berlangsung pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tak ada perubahan jabatan strategis di tubuh BUMN, bukanlah masalah. Gatot menyebut, dalam penetapan ini tentu Menteri BUMN Rini Soemarno sudah berbicara dengan Jokowi.

"Bu Menteri selalu berkomunikasi dengan Presiden. Keputusan Ibu Menteri juga tidak pernah diambil sendirian," kata dia.

Sementara soal tanggapan sikap Suprajarto yang mengundurkan diri usai diangkat menjadi Direktur Utama PT BTN (Persero) Tbk, Gatot mengaku, tak tahu menahu langkah tersebut.

"Kalau soal desain seperti itu (mengundurkan diri) bukan saya," ucapnya.

Komisaris Utama BRI Andrinof Chaniago menilai, pergantian direksi ataupun komisaris bukanlah hal yang aneh bagi suatu perusahaan. Lantaran pengurus perusahaan harus memenuhi penugasan yang memang diberikan.

Menurutnya, pemegang saham pasti punya satu tujuan bagaimana supaya perusahaan tumbuh dan terus jaga penyegaran. "Tentu pergantian adalah hal biasa saja karena masa waktunya tidak lama dan ada pertukaran tempat. Jadi apa yang dilakukan hari ini hal yang biasa saja," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini