nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Menguat Ditopang Meredanya Ketegangan di Hong Kong

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 04 September 2019 21:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 04 278 2100774 wall-street-menguat-ditopang-meredanya-ketegangan-di-hong-kong-BBDporbXyQ.jpg Bursa saham Wall Street. (Foto: Okezone.com/Ilustrasi Reuters)

NEW YORK – Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Rabu waktu setempat, setelah data dari China meredakan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global. Selain itu, sentiment positif dari tanda-tanda meredanya ketegangan di Hong Kong.

Melansir Reuters, Rabu (4/9/2019), sebuah survei swasta menunjukkan aktivitas di sektor jasa China meluas dengan laju tercepat dalam tiga bulan pada Agustustus. Dorongan ekonomi terbesar kedua di dunia itu membalikkan penurunan yang berkepanjangan di sektor manufakturnya.

Baca Juga: Investor Pantau Perang Dagang, Saham-Saham di Wall Street Berguguran

Tiga indeks utama Wall Street, Dow Jones Industrial Average naik 183,97 poin, atau 0,70%, pada pembukaan menjadi 26.301,99. S&P 500 dibuka lebih tinggi sebesar 18,40 poin, atau 0,63%, pada 2.924,67. Nasdaq Composite naik 75,65 poin, atau 0,96%, menjadi 7.949,81 pada bel pembukaan.Di antara saham lainnya, saham Tapestry Inc (TPR.N) naik 2,5% setelah pembuat tas Coach mengatakan Chief Executive Officer Victor Luis mengundurkan diri.

wall street

Sebelumnya, pasar saham telah berjuang sepanjang Agustus, karena meningkatnya ketegangan perdagangan dan inversi bagian penting dari kurva imbal hasil AS, yang sering terlihat sebagai tanda resesi. Di mana hal tersebut membuat investor menjauh dari aset berisiko, mendorong S&P 500 turun 1,8%.

Baca Juga: Wall Street Tertekan Memanasnya Perang Dagang AS-China

Adapun pergerakan saham seperti Intel Corp, Qualcomm Inc dan Micron Technology Inc naik antara 0,7% dan 3%. Goldman Sachs Group Inc, Bank of America Corp dan JPMorgan Chase & Co juga diperdagangkan lebih tinggi.

Selain itu, investor juga akan terus mencermati laporan pekerjaan bulanan, yang dijadwalkan untuk mengukur kemungkinan penurunan suku bunga dari Federal Reserve pada pertemuan pertengahan September.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini