nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Urban Jakarta Propertindo Ganti Porsi Penggunaan Dana IPO

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 05 September 2019 19:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 05 278 2101163 urban-jakarta-propertindo-ganti-porsi-penggunaan-dana-ipo-YmKPpyuCqC.jpeg Urban Jakarta Propertindo. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) usai menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Pemegang saham menyetujui perubahan fungsi dana hasil penawaran umum (IPO), di mana URBN mencapat Rp432 miliar dikurangi biaya Rp8,81 miliar, sehingga hasil bersih Rp423,18 miliar.

Sekretaris Perusahaan URBN Tri Rachman Batara mengatakan, perseroan merencanakan dari total nilai sebesar Rp215,77 miliar atau 50,99% digunakan untuk akuisisi lahan. Kemudian Rp129,46 atau 30,59% digunakan untuk pengembangan lahan dan sisanya Rp77,95 miliar atau 18,42% digunakan untuk modal kerja.

Baca Juga: Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195% Jadi Rp117,9 Miliar

“Per Juni 2019, realisasi penggunaan dana untuk akuisisi lahan Rp38,15 miliar, pengembangan lahan Rp13,06 miliar, dan modal kerja Rp41,63 miliar,” ujarnya, dalam keterangannya, Kamis (5/9/2019).

Dengan begitu, URBN masih memiliki sisa dana penawaran umum untuk akuisisi lahan Rp177,62 miliar, pengembangan lahan Rp116,39 miliar, serta modal kerja Rp36,13 miliar. Totalnya senilai Rp330,33 miliar. Batara menjelaskan RUPSLB ini meminta persetujuan persetujuan rencana perubahan penggunaan dana dari yang sebelumnya akuisisi lahan menjadi akuisisi lahan dan/ proyek dan/ perusahaan properti yang senilai Rp215,77 miliar tersebut.

Urban Jakarta Propertindo

“Alasan perubahan tersebut karena perseroan ingin tetap fokus pada pengembangan kawasan menggunakan konsep dan prinsip transit oriented development (TOD), sehingga perseroan terus berupaya mendapatkan dan mengembangkan lahan-lahan yang berlokasi di titik-titik transportasi masal,” ungkapnya.

URBN membukukan laba bersih melesat 226% dari Rp17,5 miliar menjadi Rp57,2 miliar. Sedangkan untuk pendapatan sebesar Rp224,27 miliar pada Juni 2019 atau meroket 331% dibandingkan Rp52,03 miliar di periode yang sama di 2018.

Baca Juga: Urban Propertindo Siapkan Belanja Modal Rp800 Miliar

Lonjakan tersebut seluruhnya disumbang oleh penjualan apartemen. “Penjualan apartemen pada Juni 2019 disumbang oleh penjualan kepada pihak ketiga 99,7% dan sisanya penjualan kepada pihak berelasi,” ujarnya.

Batara menyatakan pendapatan pada semester I tahun ini berasal dari penjualan unit apartemen di Proyek Gateway Park, Urban Signature Ciracas dan Urban Sky. Penjualan yang melebihi 10 persen dari total pendapatan di semester I yaitu atas penjualan apartemen Urban Sky kepada Wijaya Karya Realty senilai Rp203,14 miliar.

“Nilai itu setara dengan 90,6% dari total nilai penjualan,” ungkapnya.

Seiring kenaikan pendapatan, URBN juga mencatatkan beban pokok pendapatan naik dari Rp23,39 miliar pada Juni 2018 menjadi Rp162,2 miliar di Juni 2019.

Pada semester I-2019, perseroan membukukan laba kotor naik 116% menjadi Rp62,06 miliar. Cemerlangnya kinerja pendapatan mendorong perusahaan berhasil membukukan lonjakan laba bersih. Pada periode Januari-Juni 2019, nilai aset perusahaan pada Juni 2019 naik 8% menjadi Rp1,75 triliun, kewajiban naik tipis 1,8 persen jadi Rp551 miliar serta ekuitas bertambah 11,37 persen menjadi Rp1,2 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini