nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Naikkan Target Penerimaan Pajak Jadi Rp1.865 Triliun pada 2020

Jum'at 06 September 2019 20:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 06 20 2101619 sri-mulyani-naikkan-target-penerimaan-pajak-jadi-rp1-865-triliun-pada-2020-tzhjZ8z8eh.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan penerimaan negara dari sektor pajak sebesar Rp1.865,7 triliun dalam postur sementara Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020.

"Jumlah itu naik sebesar Rp3,9 triliun dari yang tadinya (RAPBN) sebesar Rp1.861,8 triliun," katanya di Gedung DPR RI di Jakarta.

Baca Juga: Postur RAPBN 2020 Diubah, Target Pendapatan dan Belanja Negara Jadi Naik

Menurut dia, peningkatan penerimaan negara dari sektor pajak sebesar Rp3,9 triliun itu karena perubahan asumsi makro yakni adanya koreksi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dari USD65 per barel menjadi USD63 per barel.

rupiah

Selain itu, dalam asumsi makro dan parameter migas juga disebutkan bahwa lifting minyak bumi juga dikoreksi meningkat dari 734 ribu barel per hari menjadi 755 ribu per hari.

Biaya operasi atau cost recovery juga diasumsikan turun dari USD11,58 miliar menjadi USD10 miliar. Menkeu merinci, kenaikan Rp3,9 triliun itu disumbangkan oleh penerimaan dari pajak penghasilan (PPh) Migas sebesar Rp2,4 triliun.

Baca Juga: Dana Bansos Pangan Dipastikan Akan Naik Jadi Rp150 Ribu/Bulan di 2020

Selain disumbangkan dari PPh migas, kenaikan penerimaan pajak juga dikontribusikan dari kenaikan PBB sebesar Rp300 miliar hasil upaya ekstra atau extra effort.

Kemudian, lanjut dia, juga didorong kenaikan cukai hasil tembakau sebesar Rp1,2 triliun, yang juga merupakan hasil dari extra effort.

Menkeu mengharapkan target penerimaan pajak sebesar Rp1.865,7 triliun itu dapat mendukung pendapatan negara sebesar Rp2.233,2 triliun dalam postur sementara RAPBN tahun 2020.

Postur sementara pendapatan negara dalam RAPBN 2020 tersebut naik Rp11,6 triliun dari rancangan sebelumnya sebesar Rp2,221,5 triliun. Demikian dikutip dari Antaranews, Jumat (6/9/2019).

Besaran target penerimaan pajak dalam postur sementara RAPBN 2020 itu lebih tinggi dari postur APBN tahun 2019 yang mencapai Rp1.786,4 triliun.

Sri Mulyani juga menyebutkan bahwa defisit APBN tahun 2020 akan dijaga sebesar 1,76 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini