Gojek Ditolak di Malaysia? Begini Reaksi Kemenhub

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Selasa 10 September 2019 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 10 320 2102868 gojek-ditolak-di-malaysia-begini-reaksi-kemenhub-TDNSk4xtia.jpg Polemik Gojek untuk Mengaspal di Malaysia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku belum mengetahui perihal apakah Pemerintah Malaysia menerima atau tidak layanan Gojek di negaranya.

Asal tahu saja, sebelumnya Pendiri Gojek Nadiem Makarim sudah bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Menteri Perhubungan Malaysia Anthony Loke. Pertemuan tersebut berlangsung pada Senin 19 Agustus 2019.

Baca Juga: Gojek Incar Pendanaan USD2 Miliar Sebelum Akhir Tahun

"Saya belum tahu, kalau dari Malaysia sebenarnya mereka punya sendiri kan. Apalagi yang punya Malaysia itu malah masuk ke Indonesia," ujar Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Ahmad Yani di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/9/2019).

Ratusan Pengemudi Gojek Geruduk Kedubes Malaysia

Sebenarnya, kata Yani, layanan Gojek sudah banyak diterima dengan baik di beberapa negara lain. Bahkan, Presiden Vietnam ketika sampai datang ke Indonesia.

Baca Juga: Fakta di Balik Gojek Vs Bos Taksi Malaysia, Nomor 8 Perparah Polemik

"Gojek di Vietnam waktu itu Presidennya hadir. Saya juga kebetulan hadir karena diundang. Lalu di Thailand juga sudah dijajaki oleh Gojek. Bahkan di Singapura juga sudah jalan. Saya rasa itu permasalahan soal business to business," tuturnya.

Meski demikian, Ahmad mengaku bahwa pemerintah mendukung penuh Gojek. "Yang pasti pemerintah Indonesia mendukung Gojek," tutupnya.

Kementerian Perhubungan Malaysia menegaskan bahwa Kabinet sejauh ini hanya menyetujui layanan sepeda motor e-hailing yang akan diperkenalkan di negara ini. Namun, bukan untuk suatu perusahaan tertentu mengoperasikan layanan tersebut, termasuk Gojek.

Ratusan Pengemudi Gojek Geruduk Kedubes Malaysia

Hal ini menjawab beberapa pertanyaan soal perizinan Gojek di Malaysia. Menteri Perhubungan Malaysia Anthony Loke Siew Fook mengatakan, perizinan suatu perusahaan harus menunggu kerangka kerja layanan online disetujui parlemen.

“Banyak yang tampaknya bingung tentang masalah ini. Kabinet belum memberikan persetujuan apa pun kepada Gojek, tetapi hanya memperbolehkan e-hailing sepeda motor atau memperkenalkan layanan," ujarnya melansir laman Malaymail.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini