nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Ciri si Pintar Mengelola Uang, Kamu Nomor Berapa?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 18:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 12 320 2104099 7-ciri-si-pintar-mengelola-uang-kamu-nomor-berapa-m19Bvg2OsJ.jpeg Ilustrasi Mengelola Keuangan dengan Baik (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Orang-orang yang mahir mengelola keuangan mereka, biasanya bukanlah pemboros. Mereka tidak membeli mobil edisi terbaru, belanja barang-barang fesyen terbaru, atau bahkan membeli gawai terbaru.

Sebaliknya, mereka memahami bawah hidup dengan tidak melakukan pemborosan adalah hal yang sangat baik. Serta lebih memilih untuk membeli barang yang dibutuhkan dengan kualitas terbaik. Pengelola keuangan yang baik juga cenderung tidak suka berutang dalam jangka panjang.

Ilustrasi mengelola keuangan dengan baik (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

Perlu diketahui, kamu tidak harus menjadi kaya terlebih dahulu untuk bisa mengelola keuangan dengan baik. Sebab, pintar mengelola keuangan adalah tentang kebiasaan, bukan pendapatan.

Orang yang pandai mengelola keuangan akan selalu mencari cara untuk hidup sesuai kemampuan mereka, serta berhemat dalam penggunaan uang. Berikut tujuh kebiasaan dari mereka yang pintar mengelola keuangan seperti dilansir dari Business Insider, Selasa (10/9/2019).

1. Tidak membeli mobil baru

"Orang yang sebenarnya memiliki banyak uang di bank, akan mengendarai mobil berusia 5 tahun atau 10 tahun," kata pakar keuangan pribadi dan penulis di Amerika Serikat Lynnette Khalfani-Cox.

Sebuah mobil baru akan kehilangan 10% dari nilai belinya pada bulan pertama pemakaian, dan 20% dari nilai belinya di tahun pertama. Maka, seseorang yang pandai mengelola uang tidak akan mau menanggung kerugian semacam itu.

Mereka yang pandai menggunakan uang tahu betul, bahwa nilai pembelian terbaik berasal dari barang bekas. Serta berhemat dengan menjaga mobil tersebut untuk digunakan dalam jangka panjang.

2. Tidak menyewa mobil baru

Ketika berbicara tentang leasing, Khalfani-Cox mengatakan, seseorang yang pandai menggunakan uang kemungkinan besar tidak akan berhubungan dengan leasing.

"Mereka tidak akan mengatakan, 'Oh, biarkan saya menyewa mobil dengan nilai USD50.000 ini, dan kemudian tahun depan biarkan saya menyewa yang lain lagi," katanya.

Baca Juga: Penting! Perhatikan Hal Ini Sebelum Investasi Emas

Sewa masih akan melibatkan uang muka dan pembayaran cicilan setiap bulannya. Meski setiap bulan merogoh kantong untuk membayar tagihan sewa, namun faktanya Anda tidak akan pernah memiliki barang yang Anda pinjam.

Sewa mungkin tampak seperti cara untuk menghindari utang dalam jangka pendek, namun bagi mereka yang mahir mengelola uang akan melihatnya dengan cara yang berbeda. Sebab membeli dan menjaga penggunaan mobil lebih lama akan lebih masuk akal secara finansial. Mereka yang memang pandai mengelola uang sangat kecil kemungkinan terjebak dalam mengikuti perkebangan barang terbaru.

3. Tidak akan membeli rumah yang tidak mampu dibeli

Mereka yang pandai mengatur keuangan tidak akan menghabiskan dananya lebih dari kemampuan untuk sebuah rumah. Mereka tahu, bahwa real estat terbaik untuk dimiliki adalah yang mampu mereka beli.

Seperti yang dilakukan Kontributor Business Insider Holly Johnson, dia menabung secara agresif untuk membeli sebuah rumah. Ketika memilih pensiun dini, dia bersama suaminya membeli rumah yang lebih kecil dari kemampuan keuangannya hasil menabung. Mereka kini hidup bebas tanpa tanggungan membayar cicilan.

Jadi alih-alih membeli rumah besar dan mahal, mereka memilih untuk menghabiskan dananya dengan menikmati berbagai pengalaman. "Jika membeli rumah yang lebih besar, kami akan memiliki uang lebih sedikit untuk ditabung dan diinvestasikan setiap bulan menuju pensiun dini. Kami juga harus secara drastis mengekang anggaran perjalanan tahunan kami,” ujar Johnson.

Ilustrasi membeli rumah sesuai dengan kemampuan keuangan (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

4. Tidak membeli barang dengan kartu kredit melampaui batas kemampuan

Menggunakan kartu kredit tentu harus memperhatikan kesanggupan untuk membayar tagihan tersebut saat jatuh tempo. Hal itu menjadi pembelajaran bagi Penulis Business Insider Elizabeth Aldrich.

Lantaran, dia memiliki pengalaman di usia 20 tahun pernah terlilit utang kartu kredit sebesar USD20.000, dengan tagihan bunga utang yang terus naik. Dia pun segera melunasinya dalam waktu tiga tahun, dan membuat pos keuangan untuk dana darurat dalam enam bulan kemudian.

Baca Juga: 4 Hal yang Perlu Dilakukan Agar Keuangan Tetap Stabil

Saat mengingat kembali kesalahan dalam pengelolaan keuangan terdahulu, Elizabeth menyatakan, kartu kredit sebagai salah satu permasalahan yang besar. Kini, dia tidak akan pernah menghabiskan uang hanya untuk membayar bunga utang kartu kredit.

"Setiap bulan saya menumpuk utang di kartu kredit saya, namun tidak mengikuti kemampuan membayar pada akhir bulan. Saya tidak ingin lagi menghabiskan ribuan dolar untuk bunga kartu kredit seperti di usia 20-an," ungkapnya.

5. Tidak membeli barang-barang mewah dari merek ternama

Mereka yang pandai mengelola uang kurang tertarik dengan merek atau label suatu barang. Karena pada dasarnya memamerkan kekayaan bukan lagi cara untuk menandakan memiliki kekayaan. Seperti di Amerika Serikat, 1% orang dengan kekayaan teratas telah menghabiskan lebih sedikit uang untuk membeli barang-barang mahal sejak tahun 2007.

Baca Juga: 5 Tips Atur Uang untuk Mahasiswa yang Ngekos di Jakarta

Alih-alih membeli barang-barang bermerek, banyak orang kaya hari ini memilih untuk menghabiskan uangnya untuk kebutuhan pribadi, seperti rutinitas kesehatan dan kebugaran yang eksklusif. Serta berinvestasi dalam pendidikan daripada membeli barang-barang desainer.

6. Tidak melihat kuantitas tapi kualitas saat membeli barang

Para pihak yang mampu mengelola uang tidak mengisi lemari mereka dengan pakaian mode terbaru atau membeli banyak barang murah yang mudah rusak. Sebaliknya, mereka lebih suka menggunakan uang untuk membeli barang yang bisa bertahan lama.

"Mereka lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas. Saya pikir orang-orang yang pandai mengatur uang sering tidak takut menentang arus dan secara aktif melepaskan diri dari sifat konsumerisme," ujar Khalfani-Cox.

Pakaian dan tas mewah (Foto: Okezone.com/Ideas Strategic)

7. Tidak merencanakan pernikahan mewah yang mahal

Siapa pun yang pernah atau sedang merencanakan pernikahan, tahu betapa mahalnya biaya yang perlu dikeluarkan. Tetapi mereka yang pandai mengatur uang tidak berencana untuk menghabiskan banyak dana untuk upacara pernikahan mereka.

Seperti yang dilakukan Nathan Clarke dari The Millionaire Dojo yang mampu menabung dan berinvestasi hingga lebih USD100 ribu di usianya ke-25 tahun. Bagi dia dan istrinya, salah satu hal yang membantu mencapai USD100 dalam bentuk tabungan adalah pernikahan yang murah.

Baca Juga: Mungkin Enggak Sih Ambil Cicilan Rumah dan Mobil Sekaligus?

Mereka hanya menghabiskan USD10.000 pada hari pernikahan, dan memilih menabung daripada menghabiskan dana untuk pernikahan.

"Saya tidak mengerti mengapa orang berpikir mereka harus menghabiskan USD50 ribu untuk pernikahan. Saya lebih suka berkeliling dunia selama setahun dengan USD50 ribu daripada menghabiskannya untuk satu hari," kata Clarke.

1
3

Berita Terkait

Tips mengelola keuangan

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini