nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Maksimalkan Hasil Tambang di Smelter, Menko Darmin Panggil 3 Kementerian

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 13:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 13 320 2104359 maksimalkan-hasil-tambang-di-smelter-menko-darmin-panggil-3-kementerian-AGXpWSJI55.jpg Mencari Upaya Memaksimalkan Sisa Hasil Tambang. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menggelar rapat koordinasi (Rakor) pembahasan penanganan slag atau sisa tambang hasil olahan industri smelter.

Rapat dipimpin langsung Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution dan dihadiri Direktur Jenderal Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Kemenperin, Dirjen Minerba ESDM dan Dirjen PSLB3 Kementerian LHK.

Baca Juga: Ekspor Nikel Dilarang, Menko Luhut: Ini Bagus

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Harjanto mengatakan, rapat kali tadi belum menemukan hasil mengenai sisa hasil baja dan nikel. Semua pihak ingin adanya aturan yang disesuaikan dengan kaidah-kaidah internasional.

Pertambangan

"Jadi yang bisa kita pakai peraturan internasional dan kita akan melihat Peraturan Pemerintah (PP) atau Permen Lingkungan Hidup-nya ke depan. Tetapi ini belum finallah pembicaraannya," ujar dia di Gedung Kemenko Perekonomian Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Baca Juga: Nikel Dilarang Ekspor, Pengusaha Kirim Surat ke Jokowi

Menurutnya, dengan aturan tersebut industri pertambangan di Indonesia bisa lebih maju. Sebab, nilai tambah dibangun dalam negeri untuk investasi masuk.

"Sehingga untuk ke sana kita kan harus berkaca kepada ketentuan ketentuan standar internasional lah yah. Sepanjang itu produknya bisa diterima standar lingkungan dan sebagainya," ungkap dia.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian masih memikirkan cara untuk memanfaatkan limbah (slag) yang berasal dari pabrik pemurnian atau smelter. Di mana Limbah smelter merupakan limbah dari pengolahan nikel dan baja termasuk dalam kategori B3 (bahan berbahaya beracun) karena jumlahnya yang banyak, bukan dari konsentrasinya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pihaknya memang mendorong membangun smelter supaya pengolahannya di dalam saja dan jangan mengirim mentah-mentah ke luar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini