nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagaimana Nasib R80 Usai Ditinggal Habibie? Ini Faktanya!

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Minggu 15 September 2019 09:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 14 320 2104888 bagaimana-nasib-r80-usai-ditinggal-habibie-ini-faktanya-qGWw4NsR4R.jpeg Miniatur Pesawat R80 yang Dirancang Almarhum BJ Habibie (Foto: Okezone.com/ Instagram @pesawatr80)

JAKARTA - Presiden Indonesia Ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie baru saja meninggal beberapa hari lalu. Namun, karya-karyanya akan tetap membekas sampai kapan pun. Kontribusinya di dunia kedirgantaraan terlalu besar untuk dilupakan.

Semuanya dimulai saat Habibie lulus dari Aachen Technical High Learning, Departemen Konstruksi Pesawat, dan kemudian bekerja di MBB (Masserschmitt Bolkow Blohm), sebuah industri pesawat terbang di Jerman sejak 1965. Ketika dia akan mendapatkan gelar doktornya pada tahun 1964, dia memiliki keinginan kuat untuk kembali ke negaranya supaya bisa berpartisipasi dalam program pembangunan Indonesia di bidang industri penerbangan.

Namun, manajemen KOPELAPIP menyarankannya untuk terus mencari pengalaman lebih banyak sambil menunggu kemungkinan membangun industri pesawat terbang. Maka dari itu, Habibie memutuskan untuk mulai merintis untuk menyiapkan tenaga kerja terampil tinggi yang pada waktu yang ditentukan dapat kapan saja digunakan oleh industri pesawat terbang masa depan di Indonesia.

Jenazah Almarhum BJ Habibie Diberangkatkan ke TMP Kalibata

Hasilnya pun tidak sia-sia, pesawat Gatotkaca N-250 yang melakukan penerbangan perdana pada 10 Agustus 1995 berhasil lahir berkat Habibie. Kala itu, Indonesia tercatat mampu membuat pesawat sendiri. Sebuah catatan yang fantastis.

Tidak selesai sampai situ, bahkan hingga usia senjanya, ia tetap berusaha mengembangkan industri pesawat Indonesia dengan menciptakan pesawat R80. Sayangnya, Mr. Crack (julukan Habibie) harus meninggalkan dunia ini sebelum pesawat hasil rancangannya mengudara. Apakah dengan begitu pesawat R80 akan berhenti diproduksi? Simak faktanya!

1. Dirancang untuk jarak pendek

Habibie merancang R80 menjadi jenis pesawat baling-baling untuk penerbangan jarak pendek dengan landasan yang pendek. Adapun penerbangannya akan dilakukan per daerah, seperti dari Padang ke Palembang. Jadi, pesawat tersebut sangat cocok dengan kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Baca Juga: Begini Bentuk Pesawat R80 Impian BJ Habibie

2. Tetap berjalan, akan mengudara pada 2022

Pesawat itu direncanakan mulai terbang pada tahun 2022 dengan diproduksi oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI), perusahaan yang dibentuk oleh Habibie bersama anak pertamanya, Ilham Habibie. PT Dirgantara Indonesia (DI) juga akan berkonstribusi dengan membuat sebagian komponen R80. Saat ini Ilham A Habibie, juga menjadi Presiden Direktur PT Ilthabi Rekatama yang akan segera mengembangkan pesawat R80 sesuai ide dari BJ Habibie. Pesawat ditargetkan untuk diproduksi masal pada 2021-2023.

3. Lebih besar dari N-250

Seperti dikatakan sebelumnya, sebenarnya Indonesia sudah memiliki pengalaman membuat pesawat, yaitu N-250 pada tahun 1995 dengan kemampuan membawa 50 penumpang. Nah, kali ini, R80 hadir dengan kapasitas lebih besar. Pesawat teranyar ini ukurannya lebih besar 60% dari N-250 dan mampu menampung 80-90 penumpang.

4. Butuh dana yang lumayan

Pembuatan prototipe pesawat tersebut membutuhkan dana USD1,6 miliar atau sekitar Rp20 triliun. Ini bukan hanya untuk pesawat, melainkan juga pabriknya.

Baca Juga: Petugas TMP Kalibata Ungkap Habibie Kerap Ziarah ke Makam Ainun Setiap Jumat

5. Sudah 2 tahun diperkenalkan

Apakah Anda baru mengetahui pesawat rancangan Habibie ini baru-baru ini? Ternyata pemerintah sudah mulai memperkenalkan R80 sejak Juni 2017 ke berbagai negara, diantaranya yang berada di Eropa. Pada akhirnya dua perusahaan asal Italia, Leonardo Aerostructures Division dan LAER luluh. Mereka pun ikut dalam pengembangan dan pembuatan komponen aerostruktur utama R80.

6. Belum jadi, sudah ada yang pesan

Saat itu Ilham Habibie mengatakan, meski R80 baru dalam tahap desain, pemesanan pesawat dari Indonesia bahkan sudah mencapai 155 unit. Itu pula yang menjadi dasar keyakinannya bahwa proyek tersebut layak dan diperlukan. “Pasar terbesar di dunia adalah negara kita sendiri,” katanya.

Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI) Ilham Habibie, yang juga anak pertama BJ Habibie (Foto: Okezone.com/Instagram @pesawatr80)

7. Bukan hanya mengudara di Indonesia, tapi.....

Selain menyasar industri penerbangan di Indonesia, R80 direncanakan menyasar industri penerbangan di negara-negara Afrika dan Amerika Latin yang memang memerlukan wahana transportasi udara jarak pendek.

8. Pihak R80 janji pesawat ini akan direalisasikan

Meninggalnya seseorang yang merancang pesawat R80 tentu membuat semua orang menyayangkannya. Terutama para pekerja pesawat R80, mereka pun berjanji untuk merealisasikan rancangan pesawat BJ Habibie tersebut.

"Selamat jalan, Eyang... Istirahat yang tenang diatas sana. Kami akan lanjutkan #PesawatR80 #terbangkanpesawatindonesia untuk negeri tercinta ini," tulis instagram @pesawatr80, Sabtu (14/9/2019).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini