BPS: Cukai Rokok Naik 23% Kerek Inflasi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 16 September 2019 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 16 20 2105403 bps-cukai-rokok-naik-23-kerek-inflasi-idWMa5ezIM.jpg Cukai Rokok Naik Kerek Inflasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan, kenaikan cukai rokok bakal memberikan pengaruh pada peningkatan inflasi. Meski, diperkirakan itu tidak akan besar sumbangannya.

 Baca Juga: Cukai Naik 23%, Taruhannya Inflasi dan Marak Rokok Ilegal

Pemerintah memang memutuskan menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23% dan harga jual eceran sebesar 35%. Aturan baru ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2020.

"Ada (pengaruhnya ke inflasi) tapi mudah-mudahan enggak besar," kata dia ditemi di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (16/9/2019).

 Baca Juga: Cukai Naik 23%, Gappri: Harus Setor Hampir Rp200 Triliun, Itu di Luar Nalar Kami

Pria yang akrab disapa Kecuk itu menjelaskan, pada dasarnya rokok memang memberikan andil inflasi dari kelompok administered price setiap bulannya. Kontribusinya pada inflasi nasional sebesar 0,01% dari rokok kretek filter dan rokok kretek.

"Setiap bulan kan ada kenaikan, tapi tipis ya kontribusinya," kata dia.

 Cukai Rokok

Meski demikian, BPS belum bisa memperkirakan dampak menyeluruh dari kenaikan tarif cukai dan harga jual eceran rokok tersebut. Menurutnya, perlu melihat lebih lanjut terkait penerapan dari

"Belum tahu dampaknya seberapa jauh, kami harus melakukan exercise dulu. Mudah-mudahan tidak terlalu besar," ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meyakini, kenaikan cukai rokok akan memberikan dampak signifkan pada pengendalian konsumsi rokok di masyarakat. Meningat tren konsumsi rokok tengah meningkat cukup tinggi di kalangan masyarakat.

 Cukai Rokok

Khususnya di kalangan anak-anak dan remaja. Data Kemenkeu menyebutkan di kalangan anak-anak dan remaja angka konsumsi rokok naik dari 7% menjadi 9%. Kemudian perempuan naik dari 2,5% menjadi 4,8%.

"Tentunya ini juga berkaitan dengan ongkos kesehatan," ujar Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu di Jakarta, Sabtu 14 September 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini