Sri Mulyani Beberkan Alasan Cukai Rokok Naik 23% di 2020

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 16 September 2019 20:22 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 16 20 2105624 sri-mulyani-beberkan-alasan-cukai-rokok-naik-23-di-2020-8deMglDP2L.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone.com/Facebook/@Smindrawati)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani berencana menaikan cukai rokok sebesar 23% dan kenaikan harga jual eceran menjadi 35%. Di mana, dirinya membeberkan beberapa alasan tentang keputusan tersebut.

"Apabila dilihat selama ini, kenaikan cukai rokok pada 2020 melihat beberapa aspek. Seperti sekarang sangat menonjol adalah peningkatan dari jumlah perokok muda, perokok perempuan dan utamanya dari porsi konsumsi masyarakat miskin. Jadi kita melihat ada aspek-aspek tersebut di satu sisi," ujar Sri Mulyani di Kompleks Senayan DPR RI Jakarta, Senin (16/9/2019).

 Baca juga: Cukai Naik 23%, Saham Rokok Tak Lagi Menarik untuk Jangka Panjang?

Menurut dia, kenaikan cukai rokok itu, pihaknya memperhatikan ada unsur elemen petani. Terutama tembakau dan cengkeh versus adanya impor cengkeh tersebut.

Wanita merokok

"Kemudian adanya unsur tenaga kerja terutama cigarette kretek tangan. Maka itu kami mencoba untuk mencari keseimbangan di antara berbagai concern tadi," ungkap dia.

 Baca juga: Tarif Cukai Rokok Naik, Pemerintah Diminta Gabungkan Produksi SPM dan SKM

Dia menjelaskan pada satu sisi bagian kesehatan concern meningkat. Di sisi lain harus perhatikan para petani, dan buruh rokok terutama yang pakai tangan.

"Dan di sisi lain menjaga harus mencegah rokok ilegal agar tetap dijaga dan tak meningkat. Maka keputusan yang disampaikan di dalam ratas, melihat berbagai aspek itu menaikkan cukai rokok 23% untuk 2020 yang semenjak 2018 tak naik. Jadi ini sudah dua tahun," tutur dia.

(rzy)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini