nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rasio Elektrifikasi Bisa 100% dengan Energi Terbarukan?

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 16 September 2019 19:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 16 320 2105526 rasio-elektrifikasi-bisa-100-dengan-energi-terbarukan-BxW9T9Apgl.jpg Rasio Elektrifikasi Bisa 100% dengan Energi Terbarukan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Rasio elektrifikasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diyakini mencapai 100%. Saat ini rasio elektrifikasi di NTT mencapai 73,7%, angka meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 62%.

 Baca Juga: PLN Percepat Rasio Elektrifikasi 100% di 2024

Peningkatan rasio elektrifikasi di NTT karena salah satu provinsi yang tertinggi dalam optimalisasi penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), khususnya dalam pemanfaatan energi surya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

"Pengerjaan projek PLTS di NTT dilakukan melalui penggunaan bidang lahan tanah yang tidak lagi produktif, sehingga nilai ekonomisnya akan bisa terkonversi melalui aplikasi PLTS,” kata GM PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT Ignatius Rendoyoko dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (16/9/2019).

 Baca Juga: Seluruh Desa di Indonesia Ditargetkan Teraliri Listrik pada 2019

Direktur Human Capital Management (HCM) PLN Muhamad Ali mengatakan, peningkatan rasio elektrifikasi ini dapat terjadi salah satunya karena adanya dukungan sumber energi terbarukan (EBT) yang melimpah di wilayah tersebut.

“Saat ini lebih dari Rp9 miliar sudah investasi yang tertanam pada enam pembangunan sumber EBT meliputi PLTP panas bumi; PLTMH mikro hidro; PLTS tenaga surya dan PLTB tenaga bayu. Melalui sinergi dengan pemerintah desa, maka pelaksanaan program Tim Percepatan Listrik Pedesaan terlaksana dengan baik,” papar Ali.

 PLN

Peningkatan rasio elektrifikasi di Bumi Flobamora tersebut, salah satunya juga memerlukan dukungan dan pembangunan dari SDM berkompetensi, yang dihasilkan melalui pelaksanaan program vokasi dengan sejumlah SMKN di wilayah Kupang dan Maumere yang terlaksana sejak tahun 2018.

Selain itu menurut Ali, PLN juga melaksanakan sejumlah program rekrutmen, baik untuk jenjang SMK, S1/D4 selama empat tahun berturut-turut, serta melakukan program kerja sama program D3 dengan Politeknik Negeri Kupang.

Ali mengatakan, di era disrupsi dan revolusi industry 4.0 terdapat tantangan tersendiri bagi pengelolaan sumber daya manusia di setiap organisasi.

Sementara dalam rangka pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, pihaknya juga membutuhkan SDM yang kompeten untuk memastikan, bisnis ketenagalistrikan dapat berjalan dengan baik dalam rangka melayani kebutuhan masyarakat. Tidak hanya dari sisi hardskill, namun softskill juga diperlukan agar memiliki kematangan emosional dan sosial dalam dunia kerja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini