JAKARTA - Bank Indonesia (BI) membuka peluang untuk menurunkan suku bunga acuannya alias BI 7-Day Reverse Repo Rate lagi di sisa tahun 2019. Saat ini suku bunga acuan BI berada di level 5,25% pasca diturunkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI 18-19 September 2019.
Gubernur Bank Indonesia Perry Wajiyo mengatakan, BI akan melanjutkan bauran kebijakan yang akomodatif di sisa tahun 2019. Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia agar bisa sesuai target 5,1%.
“Ke depan bank Indonesia akan melanjutkan bauran akomodatif sejalan dengan perkiraan inflasi dan perlu mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam acara konferensi pers di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Perry menyatakan, kebijakan akomodatif menyangkut banyak hal. Salah satunya adalah dengan menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate.
Hanya saja, dirinya tidak menyebutkan berapa kali lagi pihaknya akan menurunkan suku bunga acuan disisa tahun 2019 ini. Termasuk juga berapa jumlah besaran suku bunga yang akan diturunkan pada tahun ini.
Baca Juga: Sri Mulyani: Setiap Cuitan Trump Pengaruhi Proyeksi Ekonomi
Selain penurunan suku bunga, Perry juga mengaku, jika BI akan melakukan pelonggaran pada instrumen lainya untuk mendongkrak investasi. Misalnya dalam bentuk makro prudensial hingga pelonggaran likuiditas perbankan.
“Bauran kebijakan akomodatif BI itu punya sejumlah instrumen yang diarahkan bisa dalam bentuk suku bunga , likuditas, pasar keuangan, sistem penbayaran dan lain lain,” jelasnya.