JAKARTA - Menjadi pelaut bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, para pelaut biasanya harus berkutat dengan laut yang ganas di atas kapal.
Apalagi jika yang menjadi kapten kapal adalah seorang wanita. Mereka berpotensi meninggalkan keluarganya berbulan-bulan bahkan tahunan.
Salah satu contohnya adalah Entin Kartini. Ia merupakan perempuan pertama Indonesia yang menjadi nahkoda kapal.
Berbagai hal berisiko pun ia lakukan demi menjalani profesinya sebagai seorang pelaut. Mulai dari meninggalkan anaknya yang masih kecil hingga menghadapi badai taifun.
Baca Selengkapnya: Kisah Nakhoda Wanita Pertama RI, Kartini Rela Tinggalkan Anak hingga Hadapi Amukan Badai
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.