nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perusahaan Travel Thomas Cook Gulung Tikar, 150.000 Pelanggan Terlantar

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Senin 23 September 2019 11:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 23 320 2108107 perusahaan-travel-thomas-cook-gulung-tikar-150-000-pelanggan-terlantar-jWf9P7qNfw.jpg Thomas Cook (Reuters)

INGGRIS - Perusahaan travel tertua di dunia, Thomas Cook (TCG.L) terpaksa harus gulung tikar. Hal ini ditandai dengan dihentikannya seluruh bisnisnya sehingga semua penerbangan Thomas Cook dibatalkan.

Likuidasi menjadi penanda akhirnya perusahaan tertua di Inggris tersebut. Padahal perusahaan tersebut telah berdiri sejak 1841. Perusahaan ini mengelola hotel, resor, dan maskapai penerbangan, dengan pelanggan dari 16 negara dengan total 19 juta orang per tahun.

 Baca juga: Setelah PHK 540 Karyawan, Zomato Fokus di Konten Video

Saat ini perusahaan memiliki pelanggan hingga 600.000 orang di beberapa negara. Hal ini memaksa pemerintah dan perusahaan asuransi untuk mengoordinasikan operasi penyelamatan para pelanggan tersebut.

 Thomas Cook

Kepala Eksekutif Peter Fankhauser mengutarakan rasa penyesalan yang mendalam atas gagalnya perusahaan menyelamatkan diri dari ancaman gulung tikar.

 Baca juga: Usai Bukalapak, Kini Giliran Zomato PHK 540 Karyawan

Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA) menyatakan Thomas Cook sekarang telah berhenti melakukan kegiatannya. Regulator perdagangan serta pemerintah akan bekerja sama untuk membawa lebih dari 150.000 pelanggan Inggris pulang selama dua minggu ke depan.

"Saya ingin meminta maaf kepada jutaan pelanggan kami, dan ribuan karyawan, pemasok, dan mitra yang telah mendukung kami selama bertahun-tahun," ujar Fankhauser, dilansir dari Reuters, Jakarta, Senin (23/9/2019).

 Baca juga: Net TV Tawarkan Pensiun Dini ke Karyawan, Direksi: Puluhan Sudah Mendaftar

Pelanggan diminta untuk tidak mengambil inisiatif terlebih dahulu untuk berpergian, dikarenakan perjalanannya akan dilanjutkan kembali oleh pemerintah. Regulator Inggris juga menghubungi hotel yang menampung pelanggan Thomas Cook untuk memberi tahu mereka bahwa mereka akan dibayar oleh pemerintah, melalui skema asuransi.

"Perencanaan darurat kami telah membantu mendapatkan pesawat dari seluruh dunia - beberapa dari jauh seperti Malaysia - dan kami telah menempatkan ratusan orang di pusat-pusat panggilan dan di bandara," kata Menteri Transportasi Grant Shapps.

Keruntuhan perusahaan memiliki potensi kekacauan di dunia, di mana wisatawan terjebak di hotel-hotel yang belum dibayarkan oleh Thomas Cook dan berlokasi sangat jauh.

Dalam jangka panjang, itu juga dapat menekan sektor pariwisata di tujuan terbesar perusahaan, seperti Spanyol dan Turki. Selain itu, pemasok bahan bakar pun telah meninggalkan kerja sama dengan Thomas Cook dan memaksa penutupan ratusan biro perjalanan di seluruh jalan raya Inggris.

Thomas Cook mengalami kejatuhan karena utang yang terus bertambah hingga 1,7 miliar pound atau USD2,1 miliar setara Rp29,4 triliun (USD1 setara Rp14.000/USD). Hal ini dikarenakan akan kompetisi online, pasar travel yang terus berubah dan peristiwa geopolitik yang dapat mengakhiri musim panasnya.

Kelompok itu tampaknya siap untuk diselamatkan ketika mereka menyetujui persyaratan utama rencana rekapitalisasi 900 juta pound dalam kesepakatan dengan pemegang saham terbesarnya, China Fosun (1992.HK), dan bank-bank perusahaan perjalanan pada Agustus.

Tetapi dalam menyelesaikan syarat-syarat kesepakatan, perusahaan dihantam dengan permintaan untuk fasilitas lain sebesar 200 juta pound dari bank-banknya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini