nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Tol, Sri Mulyani: Saudara di Semarang Bisa Makan Siang ke Solo

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 23 September 2019 21:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 23 320 2108424 ada-tol-sri-mulyani-saudara-di-semarang-bisa-makan-siang-ke-solo-ExQfhA3RIg.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pembangunan jalan tol yang selama ini digencarkan oleh pemerintah ternyata memiliki dampak positif. Pasalnya jalan tol ini merubah perilaku masyarakat yang ada di sekitarnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku memiliki kisah unik mengenai perubahan perilaku masyarakat dengan adanya jalan tol ini. Beberapa masyarakat yang tinggal di Malang mengaku bisa sarapan ke Madiun karena adanya jalan tol.

Baca Juga: Tol Tanggul Semarang-Demak Jadi 'Sirip' Trans Jawa

"Pasti akan merubah perilaku kita semua. Sekarang banyak yang dari Malang kalau ingin makan pecel Madiun. Ayo rek sarapan ke Madiun, bisa," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengamini hal tersebut. Dengan adanya jalan tol, saudara-saudara yang berada di Semarang bisa makan siang di Kota Solo.

jalan tol

"Ini mendorong perubahan tingkah laku. Saudara-saudara saya yang di Semarang mengatakan, mereka bisa makan siang di Solo, kemudian kembali lagi," ucapnya.

Hal ini bisa dilakukan karena mobilitas menjadi lebih mudah. Sri Mulyani bilang, konektivitas di Pulau Jawa dari barat ke timur, dari utara ke selatan kian tersambung.

"Jadi mobilitas antara kota bisa sambung-menyambung menjadi satu," tandasnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Senang Kota Kecilnya Dibangun Tol Tanggul Rob

Dengan tersambungnya jalan tol, menurutnya, perekonomian akan terus berdenyut. Menurut Wanita yang kerap disapa Ani, infrastruktur merupakan penyangga penting pada saat lingkungan global dan regional tidak pasti.

"Bahkan banyak negara masuk resesi. Negara lain yang positif juga menunjukkan perlemahan," kata Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Dia menambahkan, konektivitas juga mendorong laju investasi sehingga perlu untuk terus dilakukan. Memang menurutnya, saat ini infrastruktur jalan tol sudah beratus ratus kilometer sudah dibangun namun hal tersebut tidak cukup dan butuh pembangunan yang lebih besar lagi

"Indonesia sudah memiliki itu namun masih kurang. Infrastruktur kita, walau sudah bangun 5 tahun di bawah Presiden Jokowi, kita semua tahu kebutuhan bangun infrastruktur masih jauh dari memadai, oleh karena itu kebutuhan ini terus kita rasakan dan harus kita atasi," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini