JAKARTA - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 1.307 perusahaan startup yang masuk ke Indonesia.
"Startup itu ada 1.307 yang udah masuk, yang mature yang sudah mapan sekitar 13, semuanya dari Indonesia, sisanya yang lain belum mapan. Untuk menjadi mapan harus kita dorong," tutur Menteri Nasir di Jakarta Convention Center Hall B, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019).
Baca Juga: Asia Tenggara Tempat Subur untuk Startup, Ini 3 Jagoannya
Selanjutnya, dia berharap startup di Indonesia bertumbuh 3 kali lipat dalam kurun waktu 2020-2024. Dia menargetkan akan ada 4500 sampai 4900 startup yang hadir di tahun tersebut.
"Nanti 2020-2024 harus sampai 3 kali lipat numbuhnya startupnya ke angka 4500-4900 startup," lanjutnya.
Baca Juga: Inovasi dari 396 Startup Indonesia Siap Digunakan Masyarakat

Dengan demikian, jika Indonesia berhasil mencapai target tersebut, maka jumlah startup mapan juga akan meningkat. Bahkan, dia memprediksi akan ada sekitar 150 startup mapan pada 2024.
"Kalau bisa mencapai angka itu, yang mapan bisa tercapai setidaknya 150 startup mapan. Pengembangan semacam ini harus konsisten dan sustainable. Nanti pembinaan kami lakukan, akan ada evaluasi berikutnya," ujarnya.

"Ada beberapa startup yang berpotensi jadi unicorn. Unicorn itu enggak bisa berdiri sendiri, tapi memungkinkan ada. Jumlahnya belom bisa kita pastikan," pungkas Nasir.
Perlu diketahui, startup unicorn di Indonesia masih sedikit saat ini. Contohnya seperti Gojek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.