JAKARTA - Light Rail Transit (LRT) Jabodebek akan segera datang dalam sepekan ke depan. Kepastian tersebut seiring dengan akan dikirimnya kereta LRT pada 5 Oktober dari pabrik PT Inka (Persero) di Madiun.
Dikirimkannya kereta produksi PT Inka (Persero) ini dalam rangka uji coba rute yang akan dilakukan oleh PT Adhi Karya Tbk. Berikut fakta-fakta seputar proyek pembangunan LRT seperti dirangkum Okezone, Jumat (4/10/2019):
Baca Juga: Pembebasan Lahan di Bekasi Segera Rampung, LRT Jabodebek Full Operasi November 2021
1. Beroperasi penuh November 2021
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, rapat kali ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan lahan depo kereta yang ada di Bekasi. Sehingga diharapkan pada November 2021, kereta LRT Jabodebek sudah bisa beroperasi secara full.
"Mungkin bisa menyelesaikan tanah dengan melakukan konsinasi dan kita tinggal mengkoordinasikan. Kalau semua itu berjalan kita harapkan 2021 November maksimal itu bisa dioperasikan," ujarnya.
2. Adanya Kendala Pembebasan Lahan di Bekasi
Sejauh ini hampir seluruh lahan sudah dibebaskan. Hanya saja memang pembebasan lahan yang ada di Bekasi ini agak sedikit kendala. Sulit dibebaskannya lahan LRT Jabodebek yang ada di Bekasi dikarenakan adanya ketidakcocokan harga. Sehingga masyarakat menolak lahannya dibebaskan untuk depo kereta LRT Jabodebek.
"Ya hambatannya macam-macam orang enggak mau dibebaskan gitu kan, tapi undang undang nomor 2 sudah cukup efektif kalau tidak setuju kita konsinyasi. nanti pengadilan yang menerima, baru kita proses," kata Sofyan.