Cerita Menteri Rini, Sulitnya Dirut BUMN Cari Kredit

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 05 Oktober 2019 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 05 320 2113200 cerita-menteri-rini-sulitnya-dirut-bumn-cari-kredit-2Qs3Oga7qf.jpg Menteri BUMN Rini Soemarno. (Foto: Okezone.com/Dok. KBUMN)

JAKARTA –Rini M Soemarno menceritakan sebelum menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BUMN-BUMN besar dan kecil memiliki gap yang besar dalam pengelolaannya. Padahal, BUMN agen pembangunan yang harus jadi motor penggerak perekonomian Tanah Air.

Untuk itu, BUMN-BUMN yang besar maupun kecil harus bersinergi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan perekonomian dalam negeri.

“Dulu ada cerita salah satu direktur BUMN kecil mau mengajukan kredit usaha ke PT BRI (Persero) Tbk harus menunggu 5 jam di ruang tunggu dan itu pun yang menemui hanya level GM saja. Saya pikir, satu keluarga saja enggak mau nemuin. Padahal mereka punya orang tua yang sama yaitu Republik Indonesia. Kita punya PT Pelni, saya menyewa satu kapal, semua direksi 143 BUMN saya masukan di situ semua. Jadi saya rapat di situ dan saya satukan pemikiran mereka semua,” ujar Rini, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/10/2019).

Baca Juga: Banyak Bos BUMN Korupsi, Menko Luhut: Sakit Jiwa

Selain bersinergi dengan BUMN lainnya, BUMN besar maupun kecil juga harus bekerja sama dengan investor swasta. Kemudian, kerjasama BUMN dan swasta akan menguatkan perekonomian Tanah Air.

Menteri Rini

BUMN memiliki lima fungsi yaitu profit generator, pembangunan ekonomi, kemanfaatan umum, perintis kegiatan usaha, dan ekonomi kerakyatan. Untuk ekonomi kerakyatan, Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam meningkatkan permodalan untuk sektor UMKM. Hingga akhir 2018, Himbara memiliki 4.3 juta nasabah debitur. Dalam segi penyaluran KUR setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Bahkan di akhir 2018, nilai penyaluran KUR mencapai Rp 113,9 triliun.

Baca Juga: Banyak Ditangkap KPK, Jokowi Minta Bos BUMN Hati-Hati

Selain itu, program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang diusung Kementerian BUMN ini telah memiliki 5,3 juta total nasabah dengan akumulasi penyaluran sejumlah Rp 16,4 triliun dan coverage penyaluran di 276 kabupaten. Program lainnya adalah BBM Satu Harga dan peningkatan jaringan internet melalui internet desa.

“Konektivitas telekomunikasi antara lain pembangunan 161.000 Km panjang fiber optic, 189.000 BTS, 79 desa mobile coverage. Saat ini, sudah ada 4.100 desa yang sudah tersambung dengan jaringan internet,” katanya.

Program lainnya yaitu Siswa Mengenal Nusantara yang hadir membangun wawasan bagi para siswa di antaranya wawasan sosial budaya, pendidikan, enterpreneurship, kebangsaan, serta pengenalan BUMN. Per 2018, total 2.822 siswa telah menjadi bagian peserta program SMN. Untuk menghormati para pejuang kemerdekaan, BUMN juga memberikan penghargaan berupa bedah rumah veteran. Hingga akhir 2017, 4.215 rumah para veteran telah di renovasi dengan total bantuan dana di 2017 sejumlah Rp 71,3 miliar.

“Dulu pas saya berkunjung, saya prihatin karena rumah mereka tak layak huni. Akhirnya, kami semua sepakat menjelang HUT RI 17 Agustus seluruh BUMN membantu memperbaiki rumah para pejuang,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini