JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah seharusnya menjadi motor penggerak perekonomian di Indonesia. Jangan sampai ada lagi gap diantara BUMN besar dengan yang kecil.
Seperti disampaikan Menteri BUMN Rini Soemarno. Dia menceritakan, sebelum menjabat sebagai Menteri BUMN, ada gap besar dalam pengelolaan BUMN.
Dia mencontohkan, ada salah satu direktur BUMN kecil yang ingin mengajukan kredit usaha ke PT BRI (Persero) Tbk. Dirut itu pun harus menunggu 5 jam di ruang tunggu dan ditemui hanya level GM saja.
"Saya pikir, satu keluarga saja enggak mau nemuin. Padahal mereka punya orang tua yang sama yaitu Republik Indonesia," ujarnya.
Untuk itu, dalam menghilangkan besarnya gap di antara BUMN besar dan kecil. Rini mengumpulkan semua bos-bos BUMN dalam satu kapal milik Pelni. DI sana semua direksi bertemu dan saling berkomunikasi.
"Kita punya PT Pelni, saya menyewa satu kapal, semua direksi 143 BUMN saya masukan di situ semua. Jadi saya rapat di situ dan saya satukan pemikiran mereka semua,” ujar Rini.
Baca Selengkapnya: Cerita Menteri Rini, Sulitnya Dirut BUMN Cari Kredit
(Feby Novalius)