nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kabinet Jokowi-JK Berakhir, Menteri Susi: Ini Penenggelaman Kapal yang Terakhir

Ade Putra, Jurnalis · Senin 07 Oktober 2019 08:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 07 320 2113660 kabinet-jokowi-jk-berakhir-menteri-susi-ini-penenggelaman-kapal-yang-terakhir-E85eCHSOgk.JPG Menteri Susi: Ini Penenggalaman Kapal yang Terakhir (Foto: Okezone.com/Ade Putra)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali memusnahkan Kapal Ikan Asing (KIA) dengan cara ditenggelamkan. Berdasarkan data dari Humas KKP, ada 42 KIA yang disita sebagai barang bukti.

  Baca Juga: 18 Kapal Asing Pencuri Ikan Ditenggelamkan di Pontianak

Kapal pencuri ikan ini sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah. Maka dari itu harus dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan seperti sebelum-sebelumnya.

Di Kalimantan Barat, ada 21 KIA yang ditenggelamkan. Yang terbagi menjadi dua wilayah. 18 KIA ditenggelamkan di perairan Tanjung Datu, Kabupaten Mempawah hari Minggu 6 Oktober 2019 dan 3 KIA sudah ditenggelamkan di perairan Paloh, Kabupaten Sambas, beberapa hari lalu.

  Baca Juga: Menteri Susi Request ke Presiden Jokowi Satgas 115 Tak Dibubarkan

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, penenggelaman kapal ini menjadi penenggelaman terakhir di masa jabatannya sebagai menteri di Kabinet Pemerintahan Presiden Jokowi.

"Untuk saya, barangkali kabinet pemerintahan ini selesai, maka ini adalah penenggelaman kapal yang terakhir," ujarnya saat diwawancarai di atas Kapal Patroli Kasturi.

Kapal Asing Pencuri Ikan

Sementara KIA lainnya akan ditenggelamkan juga di Belawan, Batam, Natuna, Nunukan, Merauke dan Toli-toli. Juga ada beberapa kapal pelaku illegal fishing ini yang bakal digunakan sebagai museum di Pengandaran. "Besok (Senin) akan kita lakukan penenggelaman kapal juga di Natuna," sambung Susi.

Di Natuna, kata Menteri Susi, Satgas 115 akan menenggelamkan sebanyak 9 kapal. Kemudian 6 di Batam, dan 6 di Belawan. "Dengan total seluruhnya ada 42 kapal," jelasnya.

Meski demikian, masih saja ada yang kasasi terkait perkara illegal fishing ini. Namun Susi berharap kasasi tersebut ditolak. Karena sudah jelas yang dilakukan kapal-kapal asing ini adalah illegal fhising.

"Sudah jelas illegal fishing kok diterima (kasasi, red). Jadi kita minta itu ditolak kasasinya. Supaya nanti bisa dimusnahkan juga. Jadi kita konsisten, ada Satgas 115 yang didalamnya ada Angkatan Laut, Polair, KKP, dan Bakamla yang tugasnya untuk terus menjaga kedaulatan dan menangkap kapal kapal ilegal," kata Susi.

 Susi

Susi melanjutkan, belakangan ini pemusnahan memang dilakukan setahun sekali setelah barang bukti KIA yang sudah inkrah dikumpulkan terlebih dahulu. Hal ini, juga untuk menghemat anggaran. "Bukan berarti kami tidak ada penindakan," tegasnya.

Menurut Susi, penindakan terhadap pelaku illegal fishing ini tidak boleh ada kompromi. Tidak ada opsi lain selain memusnahkan KIA sebagai efek jera. "Kita harus menjaga kedaulatan negara. Menghukum pelaku pencurian (ikan) tidak boleh segan," ujarnya.

 Susi Pudjiastuti

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini