nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saingi E-Commerce yang Merajalela, Pemilik Mal Bisa Pakai Konsep Grab and Go

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 20:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 09 470 2114878 saingi-e-commerce-yang-merajalela-pemilik-mal-bisa-pakai-konsep-grab-and-go-g006ktwRn4.jpg Mall (Okezone)

JAKARTA - Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto menyatakan, pusat perbelanjaan seperti mall, tetap mampu bersaing dengan e-commerce. Dia menilai, pada dasarnya e-commerce tidak bisa menggantikan kehadiran pusat perbelanjaan.

"Pusat perbelanjaan dengan bisnis e-commerce memang dampaknya tidak signifikan. Karena belanja melalui handphone tidak bisa mengalahkan pengalaman berbelanja di pusat perbelanjaan," ujarnya di Gedung WTC I, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

 Baca juga: Lawan Online, Okupansi Mal di Jakarta Didominasi Sektor Makanan dan Minuman

Menurutnya, untuk terus mampu bersaing, pemilik pusat perbelanjaan harus melakukan penataan ulang ruang yang ada. Di antaranya dengan menciptakan co-working space yang kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

Mall

"Mal juga sudah berubah menjadi tempat melakukan bisnis, sehingga ruang kerja sama seperti co-working bisa mendorong keramaian dan meningkatkan serapan," kata Ferry.

Baca juga: Okupansi Mal di Jakarta Mulai Penuh, Buktinya Banyak Tenant Baru

Selain itu, pengusaha ritel modern juga harus mampu melakukan inovasi, yakni dengan lebih menekankan pengalaman pelanggan. Pemanfaatan teknologi juga perlu dilakukan untuk mendorong pembelian yang lebih implusif.

"Ciptakan ruang pasar dengan cara yang kreatif bukan mengganggu pasar yang ada," ujarnya.

Baca juga: Dubai Bangun Mal Terbesar di Dunia Senilai Rp29,2 Triliun, Ini Penampakannya

Dia menyatakan, kemudahan dalam berbelanja juga akan menjadi daya tarik pusat perbelanjaan untuk bersaing dengan e-commerce. Hal itu dapat dilakukan kemudahan dengan penyajian, pengiriman, serta pembayaran.

Menurutnya, konsep grab and go saat ini sudah mulai marak diterapkan. "Karena konsep dengan belanja barang ke toko besar, parkirnya repot dan tempat luas sehingga tidak fokus. Sehingga kini mulai menjadi favorit konsep Grab and Go," katanya,

Ferry menekankan, pusat perbelanjaan pada dasarnya tetap memikat dengan menjadi tempat rekreasi. Tercermin dari pertumbuhan pembangunan infrastruktur dan rumah tinggal yang membuat pengembang memperluas pembangunan pusat perbelanjaan ke wilayah Bodetabek (Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi).

"Sekarang sudah ada Mall Pakuwon, Ciputra, Aeon, Jaya Property dan Transcorp," katanya.

Ferry juga memproyeksi, total pasok ritel yang akan beroperasi pada 2019-2023 akan sebanyak 1,2 juta meter persegi. Dari total tersebut, 70% akan berada di wilayah Bodetabek. "Nanti juga akan ada mal baru di kawasan pusat bisnis pada tahun 2020," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini