nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Daerah Ini Sukses Kurangi Tingkat Karhutla karena Restorasi Gambut

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Jum'at 11 Oktober 2019 03:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 10 320 2115307 2-daerah-ini-sukses-kurangi-tingkat-karhutla-karena-restorasi-gambut-0HPe50pD4C.jpg Karhutla (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kabar menggemberikan datang dari Kota Dumai dan Kabupaten Siak. Kedua daerah yang berada di Provinsi Riau tersebut secara signifikan berhasil mengurangi tingkat karhutla berkat program restorasi gambut.

Berdasar data yang dihimpun dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan tingkat kepercayaan 70%, pada puncak karhutla September lalu tercatat hanya ada satu titik panas di Dumai. Padahal, pada kejadian karhutla yang cukup parah di Juli 2015, BMKG mencatat ada enam titik panas terdeteksi di Dumai.

"Dumai menjadi contoh keberhasilan program restorasi gambut, dan membuktikan revitalisasi ekonomi berhasil mampu mencegah kebakaran hutan. Pengurangan drastis (karhutla) juga terjadi di Siak," kata Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead.

 Karhutla

BRG sebagai pemegang mandat restorasi, melakukan upaya rewetting, revegetasi, dan revitalisasi di lahan gambut Kota Dumai dengan melibatkan masyarakat secara aktif. Tanaman yang dipilih untuk dimanfaatkan adalah tanaman pertanian. Seperti lahan di Desa Mundam, Kecamatan Kampai, yang pernah mengalami kebakaran sampai seluas 20 hektare, kini ditanami nanas oleh masyarakat setempat. "Inilah bentuk upaya revitalisasi lahan yang sudah direstorasi sebelumnya," ujarnya.

Adapun di Siak, sebagai salah satu daerah yang memiliki lahan gambut terbesar di Sumatera, juga mengalami penurunan jumlah titik api cukup signifikan. Secara persentasi, titik api di Siak hanya sekitar 6%. Ini merupakan salah satu angka titik api yang paling rendah di Provinsi Riau. Pengelolaannya diiringi dengan upaya menjaga ketinggian permukaan air dan memastikan lahannya tetap produktif. Apalagi, tanaman-tanaman seperti sagu, kayu mahang, dan aren jadi andalan masyarakat di sana.

Baca Selengkapnya: Restorasi Gambut, Kebakaran Hutan di Dumai dan Siak Berkurang Signifikan

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini