Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa BI Begitu Pede Ekonomi Kuartal III-2019 Tumbuh 5,1%?

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 11 Oktober 2019 |17:06 WIB
Kenapa BI Begitu <i>Pede</i> Ekonomi Kuartal III-2019 Tumbuh 5,1%?
Gubernur BI Perry Warjiyo usai Salat Jumat (Foto: Okezone.com/Giri Hartomo)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia begitu pede alias percaya diri memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2019 berada di kisaran 5,1%. Kenapa?

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, angka tersebut didorong oleh angka konsumsi rumah tangga dan investasi bangunan yang mulai membaik. Permintaan konsumsi rumah tangga pada kuartal III-2019 ini masih cukup tinggi. Hal ini terlihat dari produksi dari industri untuk konsumsi rumah tangga yang terus mengalami peningkatan.

 Baca juga: Resesi Ekonomi 2020 Diprediksi Paling Parah Dibanding 1998

Hal ini diperkuat dengan angka survei keyakinan konsumen September 2019 berada di level 121,8. Jika melihat dari angka tersebut maka mengindikasikan jika konsumen tetap optimis di tengah kondisi global dan domestik yang tidak pasti.

 Perry Warjiyo

Sebab menurutnya, jika angka indeks konsumen berada di atas 100 membuktikan kepercayaan konsumen masih positif. Di sisi lain, investasi baik penanaman modal dalam negeri maupun asing masih cukup positif.

 Baca juga: Ekonomi Melambat Gara-Gara AS-China, Kemiskinan pun Bergejolak

“Nah ini di industri pengolahan kita lihat pola pertumbuhan ekonomi kita masih 5,1%. Didukung oleh dari sisi permintaannya konsumsi rumah tangga masih cukup menopang dan investasi. Itu mendukung pola ekspansi pertumbuhan ekonomi di triwulan 3,” ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, (11/10/2019).

Menurut Perry, khusus untuk investasi yang berperan penuh dalam pertumbuhan ekonomi adalah investasi bangunan. Hal ini menyusul masih terus dilakukannya pembangunan infrastrutkur secara masing-masing oleh pemerintah.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement