Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sederet Fakta Kritik Keras Menteri Jonan atas Kinerja PLN

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 12 Oktober 2019 |06:03 WIB
Sederet Fakta Kritik Keras Menteri Jonan atas Kinerja PLN
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (Foto: Okezone.com/Dok.ESDM)
A
A
A

5. Peringatan Dini dari Menteri Jonan

Menteri Jonan meminta kepada PT PLN (Persero) untuk menjaga reputasi perusahaan di mata pelangan. Misalnya dengan cara menjaga pasokan listrik agar tidak terjadi blackout lagi seperti beberapa waktu lalu.

Menurut Jonan, jika sampai kejadian blackout maka nama PLN bisa jatuh di mata pelanggan. Selain itu, PLN juga bisa dilanda kebangkrutan karena harus membayar ganti rugi kepada pelanggan.

6. PLN harus Belajar dari Perusahaan di Luar Negeri

PLN harus belajar dari beberapa perusahaan-perusahaan di luar negeri yang selalu mengutamakan kepuasan dan pelayanan kepada pelanggan. Dirinya pun bahkan mempunyai pengalaman pribadi ketika ada kunjungan kerja ke luar negeri.

Ketika itu dirinya tengah makan malam di Italia. Saat sedang asik makan, tiba-tiba ada salah satu pelanggan yang mengalami kolaps dan harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Menurut Jonan untuk mengundang ambulan saja harus membayar uang sebesar 10 ribu euro. Karena saat itu dirinya sedang bersama dengan pelanggan yang kolaps itu, maka dirilnyalah yang harus membayarkan uang ambulance serta membayar uang makan

“Saya harus panggil ambulans, setelah cek darah, ok mungkin kurang tidur istirahat. Kalau di negara maju ini panggil ambulans itu tagihannya mungkin sampai 10 ribu euro,” ucapnya.

Namun menurut Jonan, ketika dirinya hendak membayar ambulans, tiba tiba sang pemilik kafe justru menolaknya. Sang pemilik kafe mengaku akan mengganti uang ambulans sebesar 10 ribu euro.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement