nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Menarik Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia, Nomor 5 Tak Disangka

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Senin 14 Oktober 2019 08:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 13 320 2116357 fakta-menarik-pertumbuhan-ekonomi-digital-indonesia-nomor-5-tak-disangka-yGt8GNs1l0.jpg Google soal Ekonomi Digital (Foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA - Google meluncurkan laporan tren pertumbuhan ekonomi digital di wilayah Asia Tenggara. Bersama dengan Temasek dan Bain & Company, laporan tersebut dirangkum ke dalam sebuah 'e-Conomy SEA 2019'.

Penetrasi ekonomi digital di Asia Tenggara disebut tumbuh sangat cepat dalam lima tahun terakhir. Termasuk di dalamnya, pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Berikut fakta-fakta seputar ekonomi digital Indonesia seperti dirangkum Okezone, Senin (14/10/2019):

 Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Potensi Ekonomi Digital RI Rp1.820 Triliun di 2025

1. Pertumbuhannya Tercepat Kedua

Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf mengatakan, dibandingkan negara lain Indonesia paling besar dibandingkan negara lain. Kedua paling cepat. Jika dilihat growth-nya berada di level 20%-30%.

“Prediksi ke depan Indonesia juga akan terus cepat. Kita sebagai cukup existing growth-nya sangat cepat sekali,” ujar Randy Jusuf.

 Baca Juga: Google: Pertumbuhan Ekonomi Digital RI Paling Cepat, Bisa Tembus USD133 Miliar

2. Capai Rp560 Triliun Tahun ini

Ekonomi digital Indonesia diprediksi akan mencapai USD40 miliar atau setara Rp560 triliun (kurs 14.000 per USD) pada 2019 ini. Angka ini tumbuh lima kali lipat dibandingkan 2015 hanya mencapai USD8 miliar saja.

Tak hanya itu, ekonomi digital Indonesia berpotensi mencapai USD133 miliar dalam lima tahun ke depan atau pada tahun 2025. Angka ini melampaui prediksi tahun lalu sebesar Iebih dari 30%.

 Ekonomi Digital

3. Jabodetabek Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan

Jabodetabek tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan di Indonesia. Pengguna yang tinggal di area tersebut membeIanjakan uang senilai USD555 per kapita (dalam GMV) dibandingkan USD103 di area non-metro, meski daerah non-metro diperkirakan akan bertumbuh dua kali Iebih pesat dalam enam tahun ke depan. "Kota di Jakarta mempresentasikan 15% dari populasi. Pattern-nya kalau di metro 6 kali lipat dari non metro," jelas Randy Jusud.

 

4. Terdiri dari Lima Sektor Pendukung

Dalam laporan regional tahun 2019 ini mencakup Iima sektor. Kelima sektor tersebut yakni e-commerce, media online, transportasi online, wisata & perjalanan, dan jasa keuangan digital sektor yang baru ditambahkan tahun ini.

Dalam empat tahun ke depan, laporan memprediksi pertumbuhan 12 kali Iipat untuk sektor e-commerce Indonesia dan pertumbuhan 6 kali lipat untuk transportasi online. Pembiayaan di Indonesia juga berpotensi untuk melebihi rekor yang tercatat pada tahun 2018.

 Ekonomi Digital

5. Ditaksir Capai Rp1.820 Triliun di 2025

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, ekonomi digital Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Tercermin dari nilai ekonomi digital nasional yang diperkirakan mencapai USD130 miliar atau setara dengan (kurs Rp14.000 per USD) di tahun 2025.

Tahun ini saja, nilai pasar ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai USD40 miliar atau setara Rp560 triliun. Pertumbuhannya terjadi sangat pesat yakni sebesar 40% per tahun, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang rata-rata 5% per tahun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini