nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Jatuh karena Sengitnya Perang Dagang AS-China

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 14 Oktober 2019 21:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 14 278 2116865 wall-street-jatuh-karena-sengitnya-perang-dagang-as-china-pbICnZnPzZ.jpg Wall Street Melemah (Foto: Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street jatuh pada perdagangan Senin waktu setempat dipicu sengitnya kesepakatan perdagangan AS-China yang belum mencapai titik temu hingga saat ini.

Padahal, Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan, kesepakatan perang dagang akan membantu meredakan situasi dan mendorong pertumbuhan global tahun ini.

Baca Juga: Perundingan AS-China 'Mulus', Wall Street Menguat

Namun kata Trump, bagaimanapu juga kesepakatan dagang masih bisa runtuh dan beberapa laporan media dan komentar dari Menteri Keuangan Steven Mnuchin membuat investor merasa kurang optimis tentang apa yang sebenarnya telah dicapai.

Saham perusahaan dengan eksposur yang cukup besar ke China, termasuk Apple Inc (AAPL.O), Nvidia Corp (NVDA.O), Advanced Micro Devices Inc (AMD.O) dan Micron Technology Inc (MU.O) tergelincir. Demikian dilansir Reuters, Jakarta, Senin (14/10/2019).

 Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat Menanti Hasil Pertemuan AS-China

Menteri Keuangan Mnuchin berharap kesepakatan perdagangan bisa tercapai. Meski jika tak tercapai maka 15 Desember akan dikenakan tarif tambahan impor untuk China.

"Jika China ingin terus berbicara, saya pikir pemerintahan Trump bersedia membuat mereka berbicara, tetapi pada 15 Desember akan ada tarif baru," kata wakil presiden senior di RJ O'Brien & Associates John Brady.

 Wall Street

Indeks Dow turun 78 poin atau 0,29%. Indeks S&P 500 turun 8,5 poin atau 0,29% dan indeks Nasdaq turun 24,25 poin atau 0,31%.

Investor sekarang akan melihat pendapatan kuartal ketiga untuk mengukur dampak dari konflik perdagangan dan ekonomi domestik yang lesu pada perusahaan Amerika.

Musim laporan keuangan dimulai pada hari Selasa, dengan bank terbesar di AS diperkirakan melaporkan penurunan 1,2% dalam pendapatan karena penurunan suku bunga, serangkaian flotasi pasar saham yang gagal dan ketegangan ekonomi makro.

Wall Street

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini