nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Melemah Imbas Meningkatnya Ketidakpastian Perang Dagang

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 07:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 17 278 2117997 wall-street-melemah-imbas-meningkatnya-ketidakpastian-perang-dagang-cBoGKFvv88.jpg Wall Street (Reuters)

NEW YORK - Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (16/10/2019) waktu setempat. Hal ini dikarenakan lemahnya data ekonomi AS dan ketegangan geopolitik membuat investor menjauhi pasar ekuitas.

Melansir laman Reuters, New York, Kamis (17/10/2019), Dow Jones Industrial Average turun 22,82 poin atau 0,08% menjadi 27.001,98, serta S&P 500 kehilangan 5,99 poin atau 0,20% menjadi 2.989,69. Sementara itu Nasdaq Composite turun 24,52 poin atau 0,3% menjadi 8.124,18.

 Baca juga: Wall Street Terkapar Imbas RUU Demokrasi Hong Kong

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, enam ditutup di wilayah negatif. Sedangkan sektor energi dan teknologi mencatat penurunan paling tinggi di perdagangan hari ini.

 Wall Street

Pelemahan sektor teknologi dipimpin oleh Microsoft Inc (MSFT.O). Di mana, perusahaan tersebut memiliki bobot terberat membuat ketiga indeks saham utama AS melemah.

 Baca juga: Wall Street Melonjak Usai Emiten-Emiten Kelas Kakap Rilis Laporan Kuartal III

Dari sisi data ekonomi, penjualan ritel AS pada bulan September untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan terkontrak menurut Departemen Perdagangan. Hal ini menandai bahwa permasalahan ekonomi mungkin menyebar dari sektor manufaktur yang bermasalah ke sektor ekonomi yang lebih luas.

"Ini mungkin indikasi pertama bahwa sisi konsumen ekonomi menunjukkan tanda-tanda stres dan mungkin mundur," kata Tim Ghriskey, kepala strategi investasi di Inverness Counsel di New York.

"Konsumen telah dipandang sebagai penyelamat ekonomi ini namun data ini keluar dan itu agak mengejutkan," tambahnya.

 Baca juga: Wall Street Dibuka Menguat berkat Laporan Keuangan Emiten

Ketidakpastian perdagangan AS-China meningkat setelah Dewan Perwakilan Amerika Serikat membuat marah Beijing dengan meloloskan undang-undang pro-demokrasi untuk mendukung Hong Kong.

Presiden Donald Trump mengatakan dia mungkin tidak akan menandatangani perjanjian perdagangan apa pun sebelum dia bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping di Forum APEC mendatang di Chili, tetapi mengatakan sebagian perjanjian perdagangan sedang diformalkan.

"Ini mengejutkan kami bahwa pasar tidak bereaksi lebih terhadap masalah negatif," tambah Ghriskey.

"Sebagian dari itu adalah ekspektasi bahwa Fed akan menurunkan suku bunga pada akhir Oktober dan bahwa perusahaan dapat mengejutkan sisi baiknya seperti yang mereka lakukan pada kuartal kedua pertama, tambahnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini