nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Terkapar Imbas RUU Demokrasi Hong Kong

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 21:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 16 278 2117906 wall-street-terkapar-imbas-ruu-demokrasi-hong-kong-VVLtbKOgwl.jpg Wall Street Melemah (Foto: Shutterstock)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat dipicu sentimen Rancangan Undang-Undang (RUU Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong (Hong Kong Human Rights and Democracy Act) yang diloloskan DPR AS.

Hal ini akan memicu kekhawatiran lebih banyak gesekan dengan China. Sentimen positif laporan keuangan emiten kuartal III-2019 tak mampu membuat Wall Street kuat bertahan lama. Demikian seperti dilansir Reuters, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

 Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat berkat Laporan Keuangan Emiten

Tercatat, saham Bank of America (BAC.N) naik 2,3% dalam perdagangan premarket setelah mengalahkan perkiraan Wall Street untuk laba kuartal ketiga karena memperoleh lebih banyak dalam biaya penasihat dan menumbuhkan buku pinjamannya.

Di sisi lain, saham PNC Financial Services Group Inc (PNC.N) dan Bank New York Mellon Corp (BK.N) juga naik sekitar 1,5% setelah melampaui ekspektasi laba kuartalan.

 Baca Juga: Wall Street Melonjak Usai Emiten-Emiten Kelas Kakap Rilis Laporan Kuartal III

Laporan tersebut mengikuti hasil yang kuat pada hari Selasa dari JPMorgan Chase & Co (JPM.N) dan Citigroup Inc (C.N), menunjukkan kepercayaan konsumen tetap kuat meskipun ada kekhawatiran resesi yang telah menyebabkan bisnis menarik kembali pengeluaran dan pinjaman.

 Wall Street

Analis memperkirakan penurunan 3% dalam pendapatan kuartal ketiga untuk perusahaan S&P 500, memproyeksikan kinerja kuartalan terburuk dalam hampir tiga tahun, menurut data Refinitiv.

"Kami memainkan permainan ini setiap kuartal di mana ekspektasi dibicarakan dan kemudian ada sekitar dua pertiga kejutan ke atas," kata kepala ekonom Raymond James, Scott Brown.

 Wall Street

Sementara itu, oerang dagang yang berkepanjangan antara Amerika Serikat dan China telah menelan korban pada pertumbuhan global dan pasar keuangan tahun ini.

Indeks Dow turun 42 poin, atau 0,16%, indeks S&P 500 turun 6 poin atau 0,2% dan indeks Nasdaq 100 turun 22,5 poin, atau 0,28%.

Sekadar informasi, Dewan Perwakilan AS pada hari Selasa meloloskan rancangan undang-undang yang terkait dengan protes pro-demokrasi di Hong Kong. Sebagai tanggapan, China memperingatkan bahwa hubungan bilateral akan rusak jika tindakan itu menjadi hukum.

.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini