nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Ini Dinilai Bisa Tingkatkan Ekspor Indonesia

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 20:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 18 320 2118847 cara-ini-dinilai-bisa-tingkatkan-ekspor-indonesia-qSNsMQvfIw.jpg Cara Tingkatkan Ekspor Indonesia (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kinerja ekspor yang belum memuaskan. Hal ini berdampak pada tingginya impor yang menyebabkan defisit neraca perdagangan.

Untuk itu, dalam aktivitas ekspor yang mengandalkan komoditas unggulan Indonesia, sertifikasi berperan penting.

 Baca Juga: Ekspor Ikan RI ke Eropa Kalah dari Vietnam karena Diskriminasi

Sertifikasi yang diberikan pada sebuah perusahaan, merupakan bukti dijalankannya suatu sistem, yang mendorong pemastian mutu, kepatuhan terhadap pelestarian lingkungan, kesinambungan sumberdaya alam hingga mencegah tindakan penyuapan, dari hulu hingga hilir proses produksi.

Pada sertifikasi yang diberikan pada produk kehutanan misalnya, sertifikasi memastikan bahan baku sebuah produk berasal dari sumber yang legal, bermanfaat bagi masyarakat, serta memperhatikan kelestarian lingkungan.

 Baca Juga: BPS: Ekspor September 2019 Turun 5,74% Jadi USD14,10 miliar

Selain itu, sertifikasi juga memastikan bahwa produk yang diekspor memiliki standar yang dipersyaratkan oleh negara tujuan. Terdapat berbagai manfaat yang diperoleh dengan mengadopsi sertifikasi dalam kaitannya dengan aktivitas ekspor.

"Proses sertifikasi dapat jadi fasilitas yang mewakili pengecekan, yang lazimnya dilakukan suatu negara dalam memastikan kualitas maupun syarat yang diberlakukan," kata Presiden Direktur PT Mutuagung Lestari Arifin Lambaga dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

 Pelabuhan

Menurutnya, sertifikasi jadi representasi jaminan kualitas, lantaran diberikan oleh lembaga yang terakreditasi untuk melakukan hal tersebut. Hal ini diharapkan dapat jadi amunisi bagi produk Indonesia yang diekspor ke negara lain.

"Implikasi adanya jaminan ini, dapat menaikkan jumlah ekspor Indonesia secara keseluruhan," katanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada September 2019 mencapai USD14,10 miliar. Realisasi ini mengalami penurunan 5,74% dari September 2018 yang mencapai USD14,98 miliar.

Begitu pula bila dibandingkan dengan laju ekspor pada Agustus 2019. Dengan realisasi bulan lalu yang mencapai USD14,28 miliar, maka terjadi penurunan sebesar 1,29%.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, penurunan ekspor pada September 2019, di antaranya dipengaruhi berbagai kondisi global yang membuat harga komoditas bergerak fluktuatif. Di mana harga minyak kelapa sawit (CPO) mengalami penurunan di September.

"Sehingga kinerja ekspor pada September 2019 mencapai USD14,10 miliar, memang turun lumayan tajam dibandingkan September 2018," ujar dia dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Selasa 15 Oktober 2019.

BPS

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini