nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan Perlu Dioptimalkan

Fakhri Rezy, Jurnalis · Selasa 22 Oktober 2019 21:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 22 320 2120416 manfaat-program-bpjs-ketenagakerjaan-perlu-dioptimalkan-xMkz5EPlzZ.jpg BPJS Ketenagakerjaan (okezone)

JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) sejauh ini telah menyalurkan dana investasinya. Adapun dana investasinya antara lain sebesar 60% dalam bentuk surat utang, namun sayangnya manfaat program BPJS TK tak kunjung meningkat.

Koordinator Nasional (Kornas) Masyarakat Peduli BPJS (MPBPJS) Hery Susanto mengusulkan, kepada Presiden RI Joko Widodo untuk memilih Menteri Ketenagakerjaan yang responsif dan cakap dalam mengelola aspek ketenagakerjaan. Menurutnya, kurang responsif dalam program peningkatan manfaat program BPJS ketenagakerjaan yang dinilai stagnan dan tidak menjalankan amanat PP 44 tahun 2015 tentang Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja.

 Baca juga; Penerimaan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp21,9 Triliun

Menurutnya, penyaluran dana investasi juga perlu memperhatikan substansi program jaminan sosial yang digariskan UU BPJS. Di mana negara hadir dalam penyelenggaraan perlindungan dan jaminan sosial.

 BPJS Kesehatan

"Mustinya pemerintah melalui BPJS TK harus meningkatkan aspek manfaat program untuk pesertanya, jangan peserta, iuran, hasil investasi naik tapi manfaat program nya tidak naik alias alami stagnasi," katanya dalam keterangan, Jakarta, Senin (22/10/2019).

 Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Naikkan Santunan Kematian Jadi Rp42 Juta

Menurut Hery, nilai manfaat program BPJS TK khususnya yakni Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan manfaat tambahan lainnya, pun stagnan alias tidak meningkat. Padahal BPJSTK sudah memiliki peserta dengan jumlah terdaftar sebanyak 48,4 juta orang.

Sementara itu, Deputi Direktur Humas dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan, Irvansah Utoh Banja mengatakan bahwa dalam usulan revisi PP 44 thn 2015 Tentang Jaminan Kematian (JKM) ada peningkatan santunan dari Rp24 juta dan beasiswa sampai dengan kuliah S1 untuk 1 orang anak peserta menjadi Rp42 juta dan beasiswa hingga kuliah S1 untuk 2 orang anak peserta. Utoh menjelaskan bahwa BPJS TK memiliki filosofi membantu agar pekerja bisa bekerja dengan baik dan produktif.

"Beberapa peningkatan manfaat ini, sesuatu yang positif mengingat terjadinya peningkatan manfaat program tanpa adanya kenaikan tarif premi BPJS TK. Dan untuk meningkatkan optimalisasi manfaat program BPJSTK, semua elemen perlu bersama mendukung pengesahan revisi PP Nomor 44/2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja Dan Jaminan Kematian," katanya.

 Baca juga: Tak Daftar BPJS Ketenagakerjaan, Kejaksaan Panggil 155 Perusahaan

Sedangkan, anggota DJSN RI Unsur Pekerja, Subiyanto, yang juga menjadi salah satu narasumber, berharap peningkatan manfaat program BPJSTK bisa terus dioptimalkan, mengingat uang yang terdapat di dalam insitusi penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan itu sangat besar. Apalagi menurutnya, semua dana itu murni milik pekerja, bukan dana pemerintah. Sayangnya, Subiyanto menambahkan, manfaat BPJSTK belum meningkat, sejak berjalan selama 15 tahun.

"Seharusnya sistem jaminan sosial Nasional (SJSN) mengikuti prinsip kesembilan, SJSN yaitu 'Hasil pengelolaan dana digunakan seluruhnya untuk pengembangan program dan sebesar-besarnya bagi peserta'," katanya

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini