nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Produksi Migas RI Capai 1,7 Juta Barel, 89% dari Target

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 24 Oktober 2019 15:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 24 320 2121232 produksi-migas-ri-capai-1-7-juta-barel-89-dari-target-ksGjpTa2mv.jpg Produksi Migas Indonesia (Foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi lifitng minyak dan gas bumi hingga kuartal III-2019 adalah sekitar 1,7 juta barel per hari atau barrel oil equivalent lifting per day (boepd).

 Baca Juga: Data Migas Dibuka, Kuwait Bakal Tingkatkan Investasi di RI

Angka ini baru sekitar 89% dari target lifiting migas yang tercantum dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yakni sebesar 2 juta barel per hari.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan dari jumlah lifitng hingga kuartal III-2019 ini, produksi siap jual alias lifting minyak mencapai 745 ribu bopd saja. Sedangkan lifting gas masih relatif stabil berada mencapai 1,05 juta boepd.

 Baca Juga: Lifting 5 Blok Pertamina Anjlok, Menteri Jonan Semprot Bos SKK Migas

“Kalau dilihat garis RUEN yang di 2017 ditetapkan, untuk minyak produksinya turun terus di garis tersebut,” ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

 Minyak

Menurut Dwi, belum tercapainya lifting migas ini akan memengaruhi penerimaan negara. Oleh karena itu, pihaknya akan mengerahkan berbagai upaya untuk mengejar target lifiting yang ditetapkan oleh APBN.

“Hal ini (penerimaan negara) juga dipengaruhi Indonesia Crude Price (ICP) yang sebesar USD60 per barel. Ini cukup jauh di bawah target asumsi makro APBN yaitu USD70,” ucapnya

Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee ArizOn Suardin mengatakan, dari hasil lifting migas kuartal III 2019, menyumbangkan penerimaan negara ‎sebesar USD10,99 miliar. Sedangkan realisasi investasi hulu migas mencapai USD8,4 miliar.

“Capaian penerimaan USD10,99 miliar year to date (ytd), insya Allah ini bisa jauh di atas ini sampai akhir tahun,” ucapnya.

 Minyak

Menurutnya, dari jumlah tersebut ada sekitar 10 produsen utama minyak dan kondensat di Indonesia yaitu Mobil Cepu Limited, Chevron Pacific Indonesia, Pertamina EP, Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu Energi OSES, Petrochina International Jabung, Medco E&P Natuna, Petronas Cari Gali, Pertamina Hulu Kalimantan Timur.

Sedangkan 10 produsen gas ‎terbesar adalah BP Berau Ltd, ConocoPhillips, PT Pertamina EP, Pertamina Hulu Mahakam, Eni Murara Bakau, JOB Pertamina Medco Tomori Sulawesi Ltd, Petrochina International Jabung, Medco E&P Natuna, Premier OilIndonesia, dan Kangean Energi Indonesia.

“Kontribusi utama 10 KKKS, 84% jadi memang untuk yang besar-besar ini, sisanya 80 KKKS ini menguasai 16%,” ucapnya

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini