JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi tugas kepada masing-masing menteri koordinator (Menko) untuk memetakan anggaran pada 2020. Sebab, ada beberapa menko yang mengalami perubahan nomenklatur.
Baca Juga: Instruksi untuk Menteri Baru, Jokowi: Hapus Aturan yang Hambat Investasi
Menkeu Sri Mulyani menyampaikan penekanan Presiden adalah kepada koordinasi. Karena itu, peran menteri Koordinator (Menko) menjadi sangat penting.
“Saya ingin menyampaikan beberapa kementerian, menko-menko itu membawahi berbagai kementerian, seperti Menko PMK ada 22 kementerian/lembaga yang dikoordinasikan. Jadi walaupun anggaran Menkonya kecil tapi jumlah anggaran di kementerian lembaga yang dialokasikan tahun 2020 Rp288 triliun, plus yang merupakan transfer ke daerah Rp241 triliun, plus PMN-nya Rp29 triliun. Ini yang ada di dalam koordinasi Menko PMK, termasuk pendidikan, kesehatan kemudian sosial, desa dan yang lain-lain,” kata Menkeu di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019).
Baca Juga: Defisit Anggaran 2019 Berpotensi Melebar, Sri Mulyani Siapkan Jurus Ini
Kemudian Menko Perekonomian, menurut Menkeu, Airlangga Hartarto isudah punya pengalaman di bidang industri. Oleh karena itu sekarang di dalam kemenko menjadi lebih mudah untuk transisinya dan memiliki kerja sama yang lebih baik dan cepat.
“Dengan kami sangat baik. Jadi saya tentu sangat mendukung Pak Menko Perekonomian untuk bisa mengkoordinasi dengan pengalaman beliau untuk jauh lebih efektif dan jauh lebih cepat,” terang Sri Mulyani seraya menambahkan, jumlah K/L yang dikoordinasi oleh Menko Perekonomian ada 21, dengan anggaran Rp32 triliun, plus Dana Desa Rp28,9 triliun dan dari sisi PMN adalah Rp48,4 triliun.
“Ini kita harapkan untuk bisa memperkuat industri yang tadi disampaikan Bapak Presiden dari sisi produktivitas pangan, sektoral, dan industri, dan untuk competitiveness kita,” tegas Menkeu.
![Momentum Pelantikan Kabinet Indonesia Maju [2]](https://a.okezone.com/photos/2019/10/23/59263/304512_medium.jpg)