"Contoh, Pertamina harus memindahkan pipa yang kemarin sempat masalah. Lalu PLN harus memindahkan sutet ada sembilan, sekarang lima tinggal empat. Kalau bisa kereta cepat, pembangunan bisa lebih cepat. Supaya visi menyambung Pulau Jawa dengan kereta cepat ya bisa menjadi kenyataan. Setelah tol, sekarang kereta api," jelasnya.
Sementara itu, mengenai negosiasi antara Pertamina dan Saudi Aramco saat ini masih terus berajalan. Dirinya meminta agar negosiasi dipercepat namun juga tidak melupakan aspek good coorporate governance (GCG) di dalamnya.
"Negosiasi refinery itu panjang lah ceritanya. Masih cari jalan yang penting tidak ada kick back korupsi, kan kalau orang jual, orang nawar biasa aja. Jangan sampai nanti dianggap transaksi ini merugikan negara, ini yang nggak boleh," jelasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.