nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jam Kerja Kamu Panjang? Ini Tips Menghibur Diri ala Orang Korsel

Senin 28 Oktober 2019 11:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 28 320 2122554 jam-kerja-kamu-panjang-ini-tips-menghibur-diri-ala-orang-korsel-Y8m3dFOKL2.jpg Meja kerja (BBC)

JAKARTA - Bekerja di negara dengan jam kantor terpanjang di dunia, semakin banyak warga Korea Selatan menghias meja kerja untuk memberi sedikit warna pada rutinitas sehari-hari mereka.

Dalam pekerjaannya sebagai bankir, Lee Ju-hee yang berusia 35 tahun menyukai meja kecilnya yang tampak seperti negeri dongeng.

Melansir BBC, Jakarta, Senin (28/10/2019), ruang kerjanya itu dipenuhi barang-barang berwarna merah muda, termasuk pelembab udara mini, kipas angin mini, pembersih udara, dan alat sterilisasi. Pink adalah warna favoritnya; ia bahkan memiliki keyboard berwarna pink.

 Baca juga: Semakin Banyak Karyawan Memilih Bekerja di Hari Libur, Ini Alasannya!

"Saya sudah bekerja di sini selama sekitar enam tahun dan mendekorasi meja saya sejak bergabung dengan perusahaan ini. Saya menghabiskan rata-rata 30.000 hingga 40.000 won (sekitar Rp350.000 hingga Rp450.000) per bulan, tapi bisa sampai 150.000 won (Rp1,7 juta) jika ada produk baru."

"Ini tidak terlalu mahal, dan saya merasa sangat senang melihat barang-barang cantik ini di kantor," kata Lee.

Anda mungkin tidak menyangka akan menemukan pemandangan seperti itu di kantor seorang bankir. Tapi meja Lee adalah satu di antara semakin banyak ruang kerja yang sangat dipersonalisasi dalam lingkungan profesional, yang kerap disebut 'deskterior'.

 Baca juga: Kiat Membangun Hubungan Baik dengan Bos, Harus Pantau Suasana Hati Juga

Ini adalah gerakan untuk membuat ruang kantor terasa seperti rumah di negara dengan jam kerja terpanjang di antara negara-negara maju.

 Menata meja kantor

Meskipun pemerintah Korea Selatan memangkas jam kerja maksimum dari 68 jam menjadi 52 jam per minggu pada tahun 2018, dengan harapan meningkatkan produktivitas dan mendorong keseimbangan kehidupan-kerja, banyak anak muda Korea Selatan masih sering menghabiskan waktu di meja mereka.

 Baca juga: 5 Tips Wawancara Kerja agar Calon Bos Kamu Terkesan

"Saya menghabiskan banyak waktu di kantor, kecuali ketika saya tidur," kata Lee. "Kita sering menganggap kantor sebagai tempat yang muram atau menjemukan. Tapi, meja saya yang dilapisi warna merah muda memberi saya motivasi baru karena ini adalah lingkungan kerja yang menyenangkan."

"Saya merasa nyaman dan santai dengan barang-barang pink ini. "

Desk + interior = 'deskterior'

'Deskterior', gabungan dari kata 'desk' (meja) dan 'interior', adalah tindakan mendekorasi meja kantor dengan barang-barang yang disukai dan menggemaskan. Istilah ini menjadi semakin populer di media sosial Korea Selatan, terutama di kalangan karyawan muda.

Dalam jajak pendapat terhadap 788 pekerja yang dilakukan oleh mesin pencari kerja Job Korea pada tahun 2017, 44% perempuan dan 29,7% laki-laki mengatakan bahwa mereka melihat diri mereka sebagai apa yang disebut 'orang deskterior'.

 Interior Meja Kantor

Tren ini sangat populer di kalangan milenial: 44,6% responden di usia 20-an dan 36,5% responden di usia 30-an mengikuti tren ini, dibandingkan dengan hanya 26,9% responden di usia 40-an.

Rha Hye-young, seorang manajer penjualan berusia 30 tahun di Seoul, menghiasi mejanya dengan action figure dari film-film Hollywood.

"Setiap kali saya membeli action figure baru, saya membawanya ke kantor alih-alih dipajang di rumah karena saya menghabiskan banyak waktu di tempat kerja."

Dia mengatakan deskterior bukan hanya tentang memiliki ruang kerja yang cantik. Menghias meja kerja juga membantunya untuk bekerja secara lebih efisien.

"Saya merasa punya kamar sendiri di kantor. Pekerjaan saya adalah mencari produk baru dan memperkenalkannya kepada pelanggan, jadi saya harus kreatif. Meja warna-warni yang dihias sesuai selera saya mengilhami saya untuk berpikir kreatif. "

Ekspresi individualitas

Seiring meningkatnya minat terhadap deskterior, muncul pasar baru untuk perlengkapan kantor yang unik: ada kibor nirkabel, dudukan laptop, alas meja warna-warni, bantal duduk, lampu suasana hati, action figure, alas pergelangan tangan, pot tanaman mini, dan penyegar udara.

Anda bahkan dapat menemukan pemurni air dan penyedot debu mini untuk meja. Kebanyakan produk tersebut dihiasi karakter-karakter imut untuk menarik perhatian anak muda Korea Selatan.

Dalam survei Job Korea, 68,8% pekerja kantor mengatakan tertarik untuk mendekorasi meja kerja mereka.

Ini terbukti: lebih dari 5000 kiriman Instagram di Korea Selatan menggunakan tagar #deskterior untuk memamerkan foto-foto ruang kerja yang unik. Iklan untuk produk alat kantor terkait juga muncul dalam pencarian, menyasar demografi yang berminat pada deskterior.

Ruang kerja serba merah muda cocok untuk Lee, tetapi yang lain akan menggunakan motif lain tergantung pada preferensi dan kegemaran mereka.

"Saya pikir deskterior adalah tentang menunjukkan siapa Anda di tempat kerja Anda sehari-hari," kata Lee.

'Kebahagiaan kecil'

Di Korea Selatan, kerja keras adalah suatu kebajikan. Orang Korea Selatan bekerja selama rata-rata 2024 jam per tahun - 278 jam lebih lama dari rata-rata negara lain yaitu 1746 jam, menurut negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Lee Hyang-eun, profesor teknik desain di Sungshin Women's University di Seoul, mengatakan bahwa fenomena deskterior lebih dari sekadar cara untuk mengurangi stres dan membuat kantor lebih nyaman; alih-alih, tren ini melambangkan perubahan dalam pendekatan terhadap pekerjaan, terutama bagi kaum muda.

"Korea sekarang sedang mengalami perubahan signifikan dalam hal lingkungan kerja. Ketika keseimbangan kehidupan-kerja menjadi masalah sosial yang besar, semakin banyak orang memprioritaskan kebahagiaan pribadi sebagaimana kinerja mereka di tempat kerja," ia menjelaskan.

"Menurut saya 'deskterior' berasal dari kecenderungan untuk mencari ruang pribadi yang santai di tengah rutinitas harian yang sibuk."

Dan deskterior telah menunjukkan bahwa generasi muda lebih punya kemauan untuk mencoba dan memodifikasi ruang kerja mereka seiring Korea Selatan mengikuti perubahan ini.

Meski begitu, tidak setiap generasi memahami tren ini. Di kantor Lee Ju-hee, bosnya yang berusia 50-an merasa meja kerjanya "terlalu berlebihan" untuk sebuah perusahaan keuangan konservatif.

Tapi koleganya yang lain, yang berusia lebih muda, menyukai pilihan Lee - dan itu bagus, karena meja merah mudanya tidak akan ke mana-mana dalam waktu dekat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini