nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Daftar Jembatan Ikonik di Indonesia, dari Papua hingga Palembang

Delia Citra, Jurnalis · Senin 28 Oktober 2019 20:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 28 320 2122764 daftar-jembatan-ikonik-di-indonesia-dari-papua-hingga-palembang-uO4yrK1vdT.jpg Jembatan Youtefa (Foto: Instagram)

3. Jembatan Barelang – Batam

Jembatan Barelang singkatan dari Batam, Rempang, dan Galang adalah sekumpulan jembatan yang menghubungkan pulau-pulau yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru di daerah Batam, provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.

Jembatan Belerang yang dibangun dari tahun 1992 sampai 1998 ini kerap dijuluki sebagai Jembatan Habibie karena sebagai bentuk penghargaan atas jasa beliau dalam mengembangkan pulau Batam sebagai pulau industri serta mempelopori pembangunan jembatan ini.

Jembatan Barelang yang memiliki panjang 385 m merupakan ikon Kota Batam yang populer, khususnya bagi masyarakat Kepulauan Riau. Jembatan ini menjadi salah satu tujuan utama dalam berwisata di Pulau Batam.

Peningkatan Arus Balik Jembatan Suramadu Diprediksi Sabtu-Minggu

4. Jembatan Nasional Suramadu – Surabaya dan Madura

Jembatan Suramadu yang menghubungkan pulau Jawa yakni Surabaya - Madura memiliki panjang 5.438 m. Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini.

Ground Breaking pembangunan jembatan ini dilakukan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan dibangun serta diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009

Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Provinsi Jawa Timur. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah 4,5 triliun rupiah.

 Mencari Lorjuk di Suramadu

5. Jembatan Ampera – Palembang

Jembatan Ampera adalah sebuah jembatan di Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, Indonesia. Jembatan Ampera, yang telah menjadi semacam lambang kota, terletak di tengah-tengah kota Palembang, dan menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi.

Jembatan ini punya panjang 1.177 m dan tinggi 11.5 m dari permukaan air. Tinggi dua menara di kedua sisinya 63 m dari permukaan tanah dan jarak antara menara adalah 75 m. Beratnya 944 ton.

Pembangunan jembatan ini dimulai pada bulan April 1962, setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Biaya pembangunannya diambil dari dana pampasan perang Jepang. Bukan hanya biaya, jembatan inipun menggunakan tenaga ahli dari negara tersebut.

Pada awalnya, jembatan ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Menurut sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi.

Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Pada saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara. Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini