nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Daftar Jembatan Ikonik di Indonesia, dari Papua hingga Palembang

Delia Citra, Jurnalis · Senin 28 Oktober 2019 20:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 28 320 2122764 daftar-jembatan-ikonik-di-indonesia-dari-papua-hingga-palembang-uO4yrK1vdT.jpg Jembatan Youtefa (Foto: Instagram)

JAKARTA - Jembatan bukan hanya menjadi penghubung dua wilayah. Tetapi, di beberapa kota jembatan justru menjadi sebuah landmark kota tersebut.

Banyak kota yang berlomba-lomba membangun jembatan yang indah. Tak heran jika banyak wisatawan yang mengunjungi jembatan indah ini. Oleh karena itu Okezone telah mengutip dari berbagai sumber, mengenai jembatan ikonik di Indonesia. Berikut daftarnya:

1. Jembatan Holtekamp atau Youtefa

Empat tahun dibangun, akhirnya Jembatan Holtekamo di Papua diresmikan Presiden Jokowi hari ini, Senin (28/10) bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Jembatan Holtekamp ini menghubungkan daerah Hamadi menuju Holtekamp.

jembatan

Dengan diresmikannya jembatan ini, waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju PLBN Skouw akan lebih singkat, dari semula sekitar 1,5-2 jam menjadi sekitar 30 - 45 menit. Jembatan Youtefa juga mendorong pengembangan Kota Jayapura ke arah Skouw, menunjang wisata bahari di Teluk Youtefa, dan akan mendukung pelaksanaan PON XX Papua Tahun 2020.

Jembatan Holtekamp karya anak bangsa menjadi ikon baru Kota Jayapura. Pasalnya, jembatan ini menyajikan desain yang mencolok dengan warna merah. Selain mencolok, jembatan ini juga memiliki desain yang kuat dengan berdiri kokoh dan menawan di atas Teluk Youtefa. Tak heran, jembatan ini dirancang bisa berdiri kokoh hingga 100 tahun ke depan.

Sebelumnya, jembatan tersebut sempat tertunda karena persoalan status kepemilikan lahan yang masih belum selesai. Jembatan yang menghubungkan Hamadi menuju Holtekamp memiliki panjang kurang lebih 1.800 meter dan lebar 17 meter.

Baca Juga: Jembatan Youtefa Diresmikan, Jayapura-PLBN Skouw Jadi 30-45 Menit Saja

2. Jembatan Barito – Banjarmasin

Jembatan Barito adalah jembatan yang melintang di atas Sungai Barito, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Secara administratif, jembatan ini berada di wilayah Kabupaten Barito Kuala dan berjarak 15 km dari Kota Banjarmasin.

Jembatan ini memiliki panjang 1.082 meter yang melintasi Sungai Barito selebar 800 meter dan Pulau Bakut selebar 200 meter. Jembatan ini terdiri dari jembatan utama sepanjang 902 meter, dan jembatan pendekat 180 meter, dengan lebar 10,37 meter.

Merupakan akses jalan Trans Kalimantan dari Banjarmasin menuju ke Palangkaraya dan sebaliknya. Ketinggian ruang bebas jembatan utama 15 - 18 meter, sehingga bisa digunakan untuk lalu lintas perairan seperti Kapal Tongkang.

Baca Juga: Lindungi Laut, Indonesia Capai Target Perluasan Kawasan Konservasi

Jembatan Barito sering disebut pula jembatan Pulau Bakut, sesuai nama delta (pulau kecil) yang ada di bawahnya atau jembatan pulau Bakut, sesuai nama daerah tepi barat sungai Barito (sungai Banjar).

Jembatan ini pertama kali diresmikan pada tanggal 24 April 1997 oleh Presiden Soeharto. Jembatan, yang tercatat dalam rekor Muri sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia ini, jembatan yang menghubungkan jalan trans Kalimantan.

Jalan ini merupakan jalan poros yang menghubungkan dua provinsi bertetangga yaitu provinsi Kalimantan Tengah, sebelum ada jembata ini masyarakat sangat mengandalkan jalur transportasi seperti sungai menggunakan alat transpor seperti boat atau kapal bermotor untuk menuju ke Banjarmasin atau sebaliknya.

3. Jembatan Barelang – Batam

Jembatan Barelang singkatan dari Batam, Rempang, dan Galang adalah sekumpulan jembatan yang menghubungkan pulau-pulau yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru di daerah Batam, provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.

Jembatan Belerang yang dibangun dari tahun 1992 sampai 1998 ini kerap dijuluki sebagai Jembatan Habibie karena sebagai bentuk penghargaan atas jasa beliau dalam mengembangkan pulau Batam sebagai pulau industri serta mempelopori pembangunan jembatan ini.

Jembatan Barelang yang memiliki panjang 385 m merupakan ikon Kota Batam yang populer, khususnya bagi masyarakat Kepulauan Riau. Jembatan ini menjadi salah satu tujuan utama dalam berwisata di Pulau Batam.

Peningkatan Arus Balik Jembatan Suramadu Diprediksi Sabtu-Minggu

4. Jembatan Nasional Suramadu – Surabaya dan Madura

Jembatan Suramadu yang menghubungkan pulau Jawa yakni Surabaya - Madura memiliki panjang 5.438 m. Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini.

Ground Breaking pembangunan jembatan ini dilakukan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan dibangun serta diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009

Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Provinsi Jawa Timur. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah 4,5 triliun rupiah.

 Mencari Lorjuk di Suramadu

5. Jembatan Ampera – Palembang

Jembatan Ampera adalah sebuah jembatan di Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, Indonesia. Jembatan Ampera, yang telah menjadi semacam lambang kota, terletak di tengah-tengah kota Palembang, dan menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi.

Jembatan ini punya panjang 1.177 m dan tinggi 11.5 m dari permukaan air. Tinggi dua menara di kedua sisinya 63 m dari permukaan tanah dan jarak antara menara adalah 75 m. Beratnya 944 ton.

Pembangunan jembatan ini dimulai pada bulan April 1962, setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Biaya pembangunannya diambil dari dana pampasan perang Jepang. Bukan hanya biaya, jembatan inipun menggunakan tenaga ahli dari negara tersebut.

Pada awalnya, jembatan ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Menurut sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi.

Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Pada saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara. Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).

6. Jembatan Mahkota II – Samarinda

Jembatan Mahkota II adalah jembatan yang akan menghubungkan Sungai Kapih, kecamatan Sambutan dengan kelurahan Simpang Pasir, Palaran di kota Samarinda yang memiliki panjang sekitar 1.428 meter dan akan menjadi jembatan terpanjang di Kalimantan Timur.

Dinamakan Mahkota II (Mahakam Kota II) karena merupakan jembatan kedua yang dibangun di wilayah Kota Samarinda setelah Jembatan Mahakam (atau Mahkota I). Proyek pembangunan Jembatan Mahkota II dimulai pada tahun 2002 dan sempat dihentikan atau mangkrak karena tidak dikucurkan lagi pembiayaan dari APBN, seiring rencana pemindahan Pelabuhan Samarinda dan penyelesaian pelabuhan peti kemas Palaran.

Jembatan ini kembali dilanjutkan pembangunannnya dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2016 dan sudah bisa digunakan pada 21 Januari 2017. Namun dengan berbagai pertimbangan serta proses uji keamanan Jembatan Mahkota II akhirnya baru dapat dibuka untuk umum sebagai bagian dari uji coba selama tiga pekan sejak 21 Juni 2017.

Baca juga: Selesaikan 3 Jembatan di Jateng, Menteri Basuki: Untuk Tingkatkan Perekonomian

7. Jembatan Tayan – Sanggau

Jembatan Tayan adalah sebuah jembatan yang melintang di atas Sungai Kapuas, Kabupaten Sanggau, provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Jembatan ini menjadi bagian dari Jalan Trans Kalimantan poros selatan yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Kalimantan Tengah.

Jembatan Sei Tayan tersebut diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan beroperasi pada 22 Maret 2016. Jembatan ini memiliki panjang keseluruhan mencapai 1.440 meter. Sementara lebar jembatan adalah tiga jalur kendaraan atau sekitar 11 meter. Tinggi jembatan dari muka air Sungai Kapuas saat banjir tertinggi 13 meter.

Konstruksi jembatan tersebut terbagi dalam dua bentangan yang menghubungkan Kota Tayan dengan Desa Piasak. Bentangan pertama jembatan dari arah Kota Tayan menuju Pulau Tayan. Sedangkan bentangan kedua adalah jembatan dari arah Pulau Tayan menuju Desa Piasak. Bentangan pertama yang menghubungkan Kota Tayan dengan Pulau Tayan memiliki panjang sekitar 300 meter. Sedangkan bentangan kedua yang menghubungkan Pulau Tayan dengan Piasak memiliki panjang sekitar 1.140 meter.

Baca juga: Pembangunan 6 Jembatan dan Jalan Lingkar Morotai Dilanjutkan

8. Jembatan Merah Putih.

Jembatan Merah Putih adalah Jembatan kabel pancang yang terletak di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Indonesia. Jembatan ini membentangi Teluk Dalam Pulau Ambon, yang menghubungkan Desa Rumah Tiga (Poka) di Kecamatan Sirimau pada sisi utara, dan Desa Hative Kecil/Galala di Kecamatan Teluk Ambon pada sisi selatan

Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia Timur, menjadi bagian dari keseluruhan tata ruang Kota Ambon, dan menjadi ikon kota Ambon. Jembatan merah putih dibangun pada tahun 2011 dan diresmikan pada tahun 2016 oleh Presiden Jokowi. Jembatan ini memiliki panjang 1.140 meter.

Pembangunan Jembatan Merah Putih ini mempercepat waktu tempuh perjalanan antara Bandara Pattimura di Jazirah Lei Hitu, Maluku Tengah di utara, dan pusat Kota Ambon di Jazirah Lei Timur di selatan. Sebelum ada Jembatan Merah Putih, jarak Bandara Internasional Pattimura ke Kota Ambon yang berkisar 35 kilometer harus ditempuh selama 60 menit dengan memutari Teluk Ambon. Alternatif lain adalah dengan menggunakan kapal penyeberangan antara Desa Rumah Tiga (Poka) dan Galala dengan waktu tempuh sekitar 20 menit, belum termasuk waktu antri.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini