nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Targetkan Buka 250 Toko di 2019, Bos Kopi Kenangan: Saat Ini Baru 154 Toko

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 29 Oktober 2019 13:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 29 320 2123068 targetkan-buka-250-toko-di-2019-bos-kopi-kenangan-saat-ini-baru-154-toko-M92rkpgGxU.jpg Ilustrasi Kopi Kenangan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kopi Kenangan, toko ritel yang menjual minuman kopi asal Indonesia menargetkan membuka 250 gerai hingga akhir 2019. Namun, hingga menyisakan dua bulan menuju akhir tahun, baru 154 gerai yang dibangun. Artinya masih ada 96 gerai yang perlu dibangun.

Menurut Co-founder sekaligus Chief Operating Officer (COO) Kopi Kenangan James Prananto, ada beragam hal yang mempengaruhi perluasan jaringan toko. Di antaranya karakter konsumen Indonesia yang masih terbiasa mengonsumsi kopi saset yang harganya lebih murah, ketimbang membeli kopi fresh brewed.

Baca Juga: Dorong Potensi Kopi Dalam Negeri, Pemerintah Revitalisasi BLK di Lampung Barat

"Perhari ini sudah ada 154 toko. Sebetulnya kami ingin bisa masuk 250 toko pada Desember 2019, tapi mungkin belum ya," ujarnya dalam acara Festival Transformasi 2019 di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Kopi

Menurutnya, hanya 7% konsumsi masyarakat Indonesia pada kopi ritel 'grab n go' seperti produk Kopi Kenangan. Sedangkan 93% masih mengonsumsi jenis kopi sasetan. Padahal menurut James, melalui inovasinya harga produk kopi ritel lebih murah ketimbang produksi toko kopi lainnya yang berasal dari luar negeri. 

Oleh sebab itu, dirinya tengah fokus membuka toko di kota-kota sekunder (second tier). Harapannya, masyarakat mulai terbiasa mengkonsumsi kopi ritel dengan harga yang relatif lebih murah.

Baca Juga: Kemenperin Buat Kurikulum SMK Sesuai dengan Industri

"Jadi masyarakat di second tier bisa mengerti kalau ini (kopi) bukan hanya brand Jakarta saja, tapi kota-kota lainnya juga," kata dia.

Di samping itu, Kopi Kenangan ternyata tidak mengembangkan bisnisnya dengan skema waralaba alias franchise. Ekpansi jaringan toko yang selama ini dilakukan masih menggunakan kemampuan pendanaan perusahaan.

"Kopi Kenangan ekspansi sendiri. Kami lihat bisnis Kopi Kenangan bukan bisnis yang 2-4 tahun tinggal ambil uang saja. Tapi ingin 20 tahun ke depan masih ada," ujar James.

Sekedar diketahui. pada Juni 2019 lalu Kopi Kenangan mendapatkan suntikan dana senilai USD20 juta atau setara Rp288 miliar dari Sequoia India, perusahaan modal ventura. Melalui pendanaan tersebut ditargetkan dibangung 1.000 gerai hingga 2021 yang tersebar di seluruh Indonesia, juga untuk melebarkan sayap bisnis Kopi Kenangan ke kawasan Asia Tenggara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini