nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Bawa Isu Kelapa Sawit ke Hannover Messe 2020 di Jerman

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 30 Oktober 2019 14:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 30 320 2123619 indonesia-bawa-isu-kelapa-sawit-ke-hannover-messe-2020-di-jerman-M82NNNQz8q.jpg Industri kelapa sawit (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indonesia bakal menyelipkan isu kelapa sawit dalam event Hannover Messe 2020. Indonesia merupakan official partner country atau negara mitra resmi Hannover Messe 2020 yang akan berlangsung di Jerman.

Hannover Messe merupakan ajang pameran teknologi manufaktur terbesar dunia. Pameran tersebut berfokus pada isu terkait dengan industrial automation and IT (Industry 4.0), energy and environmental technologies, energy efficiency, research and technology transfer, robotics, cobots atau co-robots, dan isu terkini lainnya.

Baca juga: Menko Darmin: Pungutan CPO dan Produk Turunannya Ditunda

"Ini menjadi kesempatan kita untuk mempromosikan terkait dengan kelapa sawit, biofuel. (Hannover Messe 2020) jadi platform untuk kampanye di Eropa, terkait dari sustainability (keberlanjutan) kelapa sawit," ungkap Airlangga ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Hal ini terkait upaya pemerintah menghapus diskriminasi kelapa sawit oleh Uni Eropa usai diloloskannya aturan pelaksanaan (delegated act) dari Arahan Energi Terbarukan II (Renewable Energy Directive/RED II) di kawasan tersebut pada 10 Juni 2019 lalu.

Kelapa Sawit

Di mana kelapa sawit diklasifikasikan sebagai bahan bakar nabati tak berkelanjutan dan merusak lingkungan, sehingga penggunaan biofuel yang berbasis kelapa sawit dilarang di Uni Eropa.

"Jadi di samping fokus pada 5 sektor manufaktur, kita juga promosikan keberlanjutan dari kelapa sawit," tekannya.

Adapun 5 sektor manufaktur yang menjadi fokus dalam ajang Hannover Messe 2020 adalah otomotif, elektronik, makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, serta kimia. Hingga saat ini sudah ada 100 perusahaan manufaktur yang siap tampil dalam pameran tersebut, dari target sebanyak 150 perusahaan.

Menurutnya, dalam ajang pemeran tersebut pemerintah menargetkan bisa menarik investasi dari negara-negara Eropa, khususnya Jerman ke Indonesia. "Harapannya juga terkait kerjasama dengan Jerman di bidang vokasi atau pengembangan sumber daya manusia," kata Airlangga.

Kelapa Sawit

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, Hannover Messe 2020 menjadi event yang tepat untuk membuat persepsi yang positif terkait kelapa sawit. Sehingga diharapkan bisa memutuskan diskriminasi kelapa sawit yang dilakukan Uni Eropa.

"Dengan adanya pameran ini di jantung Eropa, baguslah jadi kami bisa kasih lihat komoditas (kelapa sawit) yang bagus yang selama ini dianggap negatif," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini